Saya lupa kapan tepatnya, mungkin sekitar akhir November atau awal Desember, Saya membaca Kolom Parodi di koran Kompas yang terbit setiap hari Minggu. Penulisnya adalah Samuel Mulia. Saya senang membaca tulisannya. Meskipun hanya tentang kejadian yang terjadi setiap hari, tapi cukup membuat Saya berpikir, sudahkah Saya memperlakukan sesama dengan baik? Memang kadang-kadang ada artikel yang kurang menggigit, but that is ok.
Samuel menulis tulisannya tentang pekerjaan. Yup, pekerjaan. Apanya yang spesial? Awalnya dia bertanya begini, Apa resolusi anda di tahun baru? Dia lalu menceritakan tentang dirinya yang dahulu bekerja kepada orang lain alias menjadi bawahan. Kemudian dia sampai pada intinya yaitu, sampai kapan kita mau bekerja kepada orang lain? kenapa tidak menciptakan pekerjaan untuk kita sendiri?
Aku tertegun membacanya dan berpikir. Memang benar, saat ini Saya berada pada titik aman Saya. Setiap bulan mendapat gaji, setiap akhir tahun mendapat THR dan setiap awal tahun berharap kenaikan gaji. Pekerjaannya pun setelah dilakoni sekitar 3-4 tahun, sudah terasa sangat membosankan. Monoton. Belum lagi, sebagai bawahan, pekerjaan dan tugas dilakukan harus benar-benar memenuhi ekspektasi atasan. Penuh tekanan, baik dari Atasan maupun rekan kerja.
Pikirkan jika Saya menjadi entrepreneur, Saya akan bekerja untuk diri sendiri dan bahkan punya bawahan. Saya yang mengatur semuanya. Tantangan pekerjaan akan ada untuk setiap hari. Tentang hal ini sudah Saya diskusikan dengan teman dekat Saya. Dahulu dia dan suaminya sama seperti Saya, PEKERJA. Hingga satu saat, karena suatu kondisi dia dan Suaminya harus meninggalkan pekerjaan dan diapun memilih membuka usaha sendiri untuk hidupnya. Suaminya pun beralih menjadi petani kopra selain mengerjakan pekerjaan sebagai arsitek lepas. Dari cerita mereka dan Saya juga sudah mengikuti bagaimana mereka bekerja, ITS TOUGH! but they are happy. That's the point. Awalnya memang susah dan penuh perjuangan. Tidak ada kesuksesan jika tidak bekerja keras. Tapi sekarang jalan mereka sudah ada. Mereka yang menciptakan kehidupan mereka sendiri. Bandingkan dengan Saya yang kelangsungan pekerjaan pun tidak jelas karena bisa saja dipecat atau kantor tutup setiap saat.
Ngobrol dengan sepupu juga intinya dia ingin usaha sendiri. Tapi sekarang sedang mencari modal dan belajar sebanyak mungkin tentang bagaimana menjalankan usaha impiannya. Saya juga berpikir untuk kerja sendiri tapi mencari bentuk usaha yang cocok dan sesuai itu susah. Tapi suatu hari Saya harus usaha sendiri. kalo orang tua Saya bisa hidup dengan hanya menjadi petani dan nelayan, saya juga pasti bisa dengan usaha Saya sendiri.
Well, selamat untuk mereka yang telah merdeka dan mendapatkan jalan hidup sendiri dan selamat berjuang bagi Saya dan mereka yang berkeinginan untuk menciptakan usaha dan selamat berkutat dengan tugas dan omelan atasan bagi mereka yang tidak ingin beranjak dari status bawahan. Sekarang sebenarnya saya masih di point ke tiga. Hikss
Komentar
Posting Komentar