ENDER'S GAME Movie (reviewed by me)
Film ini (lagi-lagi) diambil dari novel yang terbit belasan tahun lalu dan ceritanya dibuat dalam beberapa cetakan. Pengarangnya Orson Scott Card. Novel ini mendapat beberapa penghargaan bergengsi dan juga kritikan yg baik. Sekilas tentang novel yang saya kutip dari wikipedia. Heheheh.
Sebenarnya saya tidak terlalu berniat menonton film ini karena review tidak terlalu bagus... tidak mencapai angka 7. Tapi kemudian saya berpikir bahwa film yang kritikannya bagus belum tentu menghibur dan malah membuat kantuk, akhirnya saya memilih untuk pergi juga walaupun tahu ketika sampai di bioskop filmnya sudah tayang 10 menit. Alias, saya terlambat.
Adegan yang saya tonton dimulai dengan penjemputan Ender Wiggin, si tokoh utama di rumahnya oleh Kolonel Hyrum Graff, Harisson Ford, seorang trainner di sekolah komandan. Saya masih berusaha untuk memahami adegan sebelumnya yang terlewatkan dan menyadari bahwa perkelahian antara Ender dengan temannya sebelumnya adalah titik awal dia dipilih oleh Hyrum menggantikan kedua kakaknya di sekolah komandan yang dikeluarkan terlebih dahulu, dimana Peter terlalu kejam dan Valentine terlalu baik hati. Tidak cocok dengan militer, begitu kata Hyrum. Ender sendiri dinilai jenius dengan kondisi psikologi yang tepat untuk berada di sekolah Komandan, meski Hyrum mesti mengingatkan kembali kepada Ender untuk mengontrol kebengisannya.
Menurut analisis saya, sebenarnya film ini ingin menceritakan tentang perkembangan mental dan intelijen Ender di sekolah tersebut. karena saat-saat di sekolah lah yang membentuk kematangan Ender. So, menurut saya, seharusnya adegan di sekolah ini menggambarkan dengan jelas dan seharusnya menarik bagi penonton untuk mengetahui karakter tentang Ender. karena, 70 persen film ini tidaklah memperlihatkan pertempuran antara manusia dengan alien. Jadinya, film ini terlihat sedikit bingung. Antara ingin memperlihatkan kehebohan ala holywood dengan kecanggihan visualisasinya tapi tidak ingin mengorbankan karakter pada setiap pemeran. Film ini seperti berjuang untuk bisa menyampaikan semuanya, cerita yang seru dan karakter yang kuat, tapi tidak cukup dengan durasi film yang hanya sekitar 1.40 menit. walaupun ada nama besar seperti
Harisson Ford dan Ben Kingsley sebagai Mazer Rackham, tidak cukup membuat film ini lebih menarik pada akhirnya. Jadi kesannya, Ender tiba2 menjadi hebat tanpa penggambaran yang intens tentang latihan dan pembelajarannya.
Sutradara lumayan berhasil membuat karakter Ender cukup hidup dengan memasukkan adegan dan cerita dimana Ender akan mengalami depresi setelah perkelahiannya dengan Stilson dan Bozon serta latar belakang karakter Ender yang mempunyai Ayah yang sombong serta kakak laki-laki yang suka menyiksa dan kedekatannya dengan valentine, saudarinya, namun tetap terasa kurang. Saya tidak mendapatkan kesan Ender begitu sangat jenius untuk anak laki2 remaja dan siap secara mental untuk memimpin armada perang yang begitu besar untuk mengalahkan alien. Adegan dimana seharusnya penonton harus dibuat terkesima dengan kejeniusannya sangat kurang atau tidak dibuat dengan dramatis. Menaruh masa depan bumi dan galaksi kepada seorang bocah remaja? I feel like"WHAT?"
Itulah mengapa saya selalu lebih memilih buku / novel daripada menonton film2 jenis seperti ini. Hanya sedikit yang memuaskan. Tapi tidak apalah jika hanya ingin mencari hiburan. Film ini tetap menghibur. Makanya saya membahas film setelah saya tonton agar tidak merusak unsur hiburannya. Hahahaha. Kalau sudah dibahas seperti ini pada saat saya menonton, saya pasti sudah keluar dari bioskop meski filmnya belum usai.
Komentar
Posting Komentar