Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"

Gambar
  Kali ini, saya mau membahas satu kata dalam bahasa Jepang yaitu  お納めください. Jadi ceritanya hari ini saya nonton anime baru yang diadaptasi dari Manga yang berjudul "Tondemonai Skill de isekai houroumeshi".  Cerita di versi manganya menurut saya bagus. Gaya menggambar karakternya juga sedikit berbeda dari manga yang lain. Sejauh ini anime nya mirip dengan yang di Manga. Di episode kedua ini, ada satu kata yang menarik perhatian saya. Kata ini ada di adegan saat Ketua Merchant Guild hendak membayar Garam dan Lada milik Mukouda san. お納めください 。Lalu terlihat adegan resepsionis menyerahkan uang.   Arti dari Oosame kudasai ternyata "silahkan diterima (uangnya)". Secara arti kata, osameru 納める berarti : menerima uang, barang, dll, dan menjadikannya milik sendiri. お納めください (oosame kudasai) sama artinya dengan  お受け取りください =  silahkan diterima. Kata ini sangat sering dipakai dalam dunia bisnis.  Berikut adalah cara pakai kata tersebut dalam dunia kerja. (dikutip...

LIE BENEATH SMILE

          Saya memutuskan untuk tidak terlalu berteman dengan seorang teman, karena dia suka berbohong. Saya benci dibohongi. Saya merasa seperti dibodohi. Mungkin tidak akan merasa seperti itu jika kebohongannya tidak terbongkar. Lebih menjengkelkan karena dia sering berbohong sejak dahulu. Dan semua kebohongannya sangat tidak konsisten.

          Jika ingin berbohong seharusnya seseorang itu harus pandai, ingatan bagus dan jago bersandiwara, yang kumaksud disini adalah mimik wajah yang meyakinkan. Jika orang bodoh yang berbohong, maka dengan segera akan terbongkar. Jika ingatannya payah, maka ketika bercakap di lain waktu, cerita antara yang pertama dengan yang berikutnya pasti akan berbeda dan sudah jelas terbongkar kebohongannya. Terakhir, jika tidak pandai bersandiwara, lawan  bicara akan segera mengetahui kebohongan tersebut dari raut wajah yang tidak serius dan tidak meyakinkan. Temanku itu pandai, tapi ingatannya payah dan mimiknya kurang meyakinkan.

          Ada yang mengatakan bohong demi kebaikan itu tidak apa-apa. Sudah jelas itu apa-apa. Karena jika ketahuan, sebaik apapun niatnya, sebenarnya white lie itu adalah pembodohan. Bagaimana perasaan seseorang jika sesuatu yang sudah terlanjur diyakininya ternyata tidak benar dan rekaan semata? Benci, marah dan sudah pasti hilang kepercayaan.

          Berbohong itu melelahkan. Mau bohong hitam atau putih sama saja. Sampai berapa lama otak kita akan dipaksa mengingat sesuatu yang tidak  benar dan hanya rekaan? Ingatan yang sebenarnya saja bisa hilang atau lupa, apalagi yang cuma dibuat-buat.

          Jujur, saya ini sebernarnya jago berbohong. Hebatnya lagi ini bukan verbal. Tidak tahu akan menggolongkan hal ini sebagai bohong hitam atau putih. Mungkin tergantung suasananya. Senyum. Semua orang melakukannya. Bahkan seorang pemurung pernah tersenyum. Senyum adalah topeng. Topeng yang selalu saya kenakan. Ketika perasaanku sedang kacau balau, stress, dan sebagainya, sebisa mungkin saya tidak ingin orang lain tahu. Senyum. Benar, saya tersenyum pada orang yang saya kenal, bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi. Point ketiga, Bersandiwara.

          Saya pernah diinjak secara tidak sengaja oleh orang didalam mall, di bus, waktu antre dan ketika orang tersebut minta maaf, saya cuma senyum meringis dan bilang tidak apa-apa. Sebenarnya saya ingin teriak, maki-maki dan bilang bahwa itu sangat sakit. Tapi demi kesopanan, saya terpaksa berbohong dengan senyuman ringisan. Tapi sering juga kejadiannya adalah ketika saya yang menjadi subjeknya, saya dimarahi. Merasa tidak adil tapi setidaknya mereka sudah jujur dengan perasaan mereka.

          Saya menggunakan senyum untuk banyak keperluan jika merasa verbal tidak akan banyak menolong memperbaiki keadaan.  Jika lawan bicara ngotot dengan pendapatnya, saya akan tersenyum mengiyakan walaupun pendapatnya salah. Ketika tetangga atau orang yang mengenalku bertanya kapan menikah, aku akan tersenyum dan menghindar. Itu berbohong atau tidak, saya tidak tahu. Hahahaha. Ketika makan masakan teman yang kurang enak lalu ditanya pendapatku, aku akan tersenyum dan mengalihkan pembicaraan. Bahkan akhir-akhir ini saya  tersenyum dan berlagak ceria meski sebenarnya aku luluh lantak. Who am i fooling? Them or myself?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUCAPKAN なるほど / NARUHODO YANG BENAR

ASSORTED #2

THE GOOD SIDE OF MESSED UP LIVE