Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"

Gambar
  Kali ini, saya mau membahas satu kata dalam bahasa Jepang yaitu  お納めください. Jadi ceritanya hari ini saya nonton anime baru yang diadaptasi dari Manga yang berjudul "Tondemonai Skill de isekai houroumeshi".  Cerita di versi manganya menurut saya bagus. Gaya menggambar karakternya juga sedikit berbeda dari manga yang lain. Sejauh ini anime nya mirip dengan yang di Manga. Di episode kedua ini, ada satu kata yang menarik perhatian saya. Kata ini ada di adegan saat Ketua Merchant Guild hendak membayar Garam dan Lada milik Mukouda san. お納めください 。Lalu terlihat adegan resepsionis menyerahkan uang.   Arti dari Oosame kudasai ternyata "silahkan diterima (uangnya)". Secara arti kata, osameru 納める berarti : menerima uang, barang, dll, dan menjadikannya milik sendiri. お納めください (oosame kudasai) sama artinya dengan  お受け取りください =  silahkan diterima. Kata ini sangat sering dipakai dalam dunia bisnis.  Berikut adalah cara pakai kata tersebut dalam dunia kerja. (dikutip...

COOKING FOR LIVE

          What  people usually do in Saturday morning, when they just released from a week of torture in office with bunch of task and have a late night hang out with colleagues the night before? Exactly. SLEEP until 10:00 am. And that is exactly what  i want to do also. Sleep until my eyes itchy and my stomach cry for food. But i can't. I only succeed 'till around 8 am. After that, my eyes open so wide and force me to wake up from bed and some minutes later, I have to go to traditional market, buying my one week food stocks. Sucks, indeed.

           Orang sering menatap padaku ketika berbelanja di pasar. What? never see a handsome guy doing shopping? Hahahahahah... saya terpaksa berpikir begitu agar saya tidak terprovokasi untuk merasa malu. Lagipula, kenapa harus pusing dengan pikiran orang lain? Entah bagaimanapun, saya selalu berpikir apa yang orang pikirkan ketika melihat saya menenteng tas hitam besar. I cant get it off. Bicara tentang tas kresek hitam besar, Tas kresek itu pemberian gratis dari seorang ibu penjual sayur dan bumbu di pasar. Dia sepertinya mengerti kenapa saya membutuhkan tas hitam besar. Agar orang tidak tahu apa isinya meski tahu itu belanjaan pasar. That thought make me a little comfort. heheheh. Camouflage.

          Belanja. Sungguh bukan hobiku. Memasak, apalagi. Tapi sebagai orang dewasa yang bekerja dan harus bertanggung jawab pada sendiri dan harus tetap sehat dan hemat; garis bawahi HEMAT, saya terpaksa melakukannya. It is for living. NO excuses.

          Keluarga dan teman-teman tahu saya senang memasak. Sebenarnya bukan senang tapi awalnya terpaksa. Saya adalah pribadi yang suka protes. Apalagi soal makanan. saya pemilih. Picky. Daripada makan makanan yang dimasakkan oleh orang lain tapi tidak enak, lebih baik saya yang masak meski harus capek. Saya bukan profesional chef atau sejenisnya, tapi selama ini belum ada yang protes soal masakan saya. Protes karena terlalu pedas mungkin iya, tapi itu bukan kesalahan saya. Asal saya Minahasa, jadi tidak ada alasan tidak pedas. Harus pedas. heheheheh.

          Alasan lain yang memaksa saya untuk memasak adalah demi kesehatan. Sekarang ini makanan enak belum  tentu sehat. Mahal belum tentu sehat atau enak. Di kota besar seperti Jakarta atau yang lainnya, orang menghalalkan segala cara untuk untung meski mengorbankan kesehatan customer. Kau tidak tahu daging apa yang dimasaknya meski di papan nama tertulis "AYAM". Saya menolak istilah Murah meriah. Makanan sehat dan enak tidak ada yang murah. Makanan sehat bisa murah dan enak asal dimasak sendiri. Jika orang berjualan masakan, tidak akan mau menjual masakannya yang enak dengan harga murah. People would pay so much for the great taste. Apalagi yang enak dan juga sehat? pasti harganya sebanding. Jangan mau 2M, murah meriah,  karena bisa jadi 4M. Murah, meriah, mu*t*h, Men*ret. Jika sampai dirawat di  rumah sakit? Murah meriah jadi mahal dan rugi.

          Seorang teman mengatakan bahwa dengan kemampuan memasakku sebenarnya banyak wanita yang akan jatuh hati. karena menurut riset yang dibacanya, yang dilakukan di Inggris, profesi Chef menduduki peringkat 1 yang disukai wanita. Saya tidak tahu itu pujian atau motivasi, tapi saya tidak berpikir demikian. Orang bisa punya alasan apa saja kenapa dia memasak, tapi bagiku memasak adalah sesuatu yang bisa membuatku bertahan hidup. Cooking for living. That's I am doing. In Weekend. Damn!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUCAPKAN なるほど / NARUHODO YANG BENAR

ASSORTED #2

THE GOOD SIDE OF MESSED UP LIVE