Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"

Gambar
  Kali ini, saya mau membahas satu kata dalam bahasa Jepang yaitu  お納めください. Jadi ceritanya hari ini saya nonton anime baru yang diadaptasi dari Manga yang berjudul "Tondemonai Skill de isekai houroumeshi".  Cerita di versi manganya menurut saya bagus. Gaya menggambar karakternya juga sedikit berbeda dari manga yang lain. Sejauh ini anime nya mirip dengan yang di Manga. Di episode kedua ini, ada satu kata yang menarik perhatian saya. Kata ini ada di adegan saat Ketua Merchant Guild hendak membayar Garam dan Lada milik Mukouda san. お納めください 。Lalu terlihat adegan resepsionis menyerahkan uang.   Arti dari Oosame kudasai ternyata "silahkan diterima (uangnya)". Secara arti kata, osameru 納める berarti : menerima uang, barang, dll, dan menjadikannya milik sendiri. お納めください (oosame kudasai) sama artinya dengan  お受け取りください =  silahkan diterima. Kata ini sangat sering dipakai dalam dunia bisnis.  Berikut adalah cara pakai kata tersebut dalam dunia kerja. (dikutip...

TRAIN FOR BRAIN

          Sudah 2 minggu lebih saya mengikuti les bahasa Inggris khusus kelas TOEFL. Tujuan awalnya adalah bisa mendapatkan sertifikat TOEFL agar lebih gampang diterima jika ingin pindah pekerjaan. Sebetulnya sudah berapa kali memasukkan lamaran di sejumlah kantor perwakilan negara asing tapi kayaknya berkas saya gugur karena tidak punya sertifikat TOEFL. Apa daya, saya harus mengikuti kemauan pasar. Padahal angka di selembar kertas itu belum menjamin seseorang bisa berkomunikasi dengan baik. Toh, pastinya akan dites lagi. 

          Meanwhile, saya juga mengikuti kursus bahasa Jepang seminggu sekali dan sudah berlangsung sekitar 8 bulan. Gratis. Kursus ini tidak tetap harinya. Sering dipindah-pindah menyesuaikan dengan kesibukan. 

          Alkisah, kursus bahasa Jepang dipindahkan ke hari Senin. Hari yang tidak pernah menjadi favoritku. Di hari yang sama ada juga kursus English. Seperti biasa kerjaan kantor menumpuk pada hari ini. Jadi dengan otak yang sudah capek, mata ngantuk karena kurang tidur akibat pola tidur yang kacau setiap akhir pekan, Otak saya dipaksa kerja keras menerima pelajaran. Saat kursus English, semuanya masih bisa teratasi. Tapi 30 menit kemudian; sebelumnya saya harus naik mikrolet dengan jarak yang lumayan jauh dan perut keroncongan; ketika kursus Japanese dimulai, otak saya mulai ngadat.

           Ada satu hari dimana saya dengan teman saya mengalami hal yang sama. Saat pelajaran Japanese, kita berdua sukses membaca kanji-kanji yang ada dalam bacaan, namun sama sekali tidak mengerti apa yang baru saja dibaca. Saya tertawa seperti baru melihat film komedi paling lucu. Sensei sampai bingung, tidak mengerti kenapa saya tertawa. Bagiku hal itu sangat lucu. Saya tersadar bahwa saat-saat tidak berdaya ini akhirnya datang juga. Saya sudah tua. Fisikku masih kuat, tapi sungguh, demi Tuhan, Otakku tidak mau bekerja lagi saat itu. Dan hal yang sama terjadi pada temanku juga. 

           Sebenarnya, kalau saya mau, saya tidak perlu mengambil kelas TOEFL ini. Langsung saja ambil ujiannya. Tidak buang waktu dan murah. Tapi waktu itu, ada pikiran bijaksana seperti ini : kalau ikut kelas TOEFL nilai saya  bisa lebih baik, bisa tambah teman atau  mungkin ada seorang cewek yang menarik disana dan lagi bisa melatih otak untuk tetap berpikir. Satu lagi, aku  bisa mengisi waktu keseharianku yang monoton dengan hal baru. That's it. Sedikit menyesal tapi apa lacur, saya harus tetap menyelesaikannya. 

          Dari semua harapan mengikuti kursus-kursus itu sebenarnya ada juga yang terkabul. Satu, hidupku jadi agak sedikit sibuk dan dua,  yang paling berguna adalah, otakku kembali kerja keras. Cewek menarik? that's too good to be true. So, I skipped that. wkwkwkwk.

          Train for brain. That's what I call it. Kesusahan mempelajari bahasa, membuatku sedikit bersemangat meski kadang membuat frustasi. Tapi saya merasa seperti duduk di bangku kuliah lagi. Belajar. Something I really good at and something that could turn me as a Jerk. kenapa? maybe i tell about it later. Sebelum ikut kursus apapun, sepulang kerja saya langsung santai. Otak santai dan otot santai. Saya berpikir jika suatu hari nanti, jika keadaan ini terus berlangsung, maka otak saya akan benar-benar mengalami degradasi kemampuan. It scares me. Otak yang terlalu santai bisa berakibat buruk. Otak bisa capek tapi ketika bisa istirahat itu bisa membuatnya seperti semula. Kemalasan itu buruk. Tapi tidak dengan kerja keras. Kau bisa capek tapi tidak membuat bodoh. hahahah.

            Jadi saya rasa keputusanku sudah tepat. Sedikit kesibukan akan sangat baik bagiku. Selain bisa lebih sehat secara pikiran; lingkungan baru, orang-orang baru, pelajaran baru; saya merasa menjadi lebih sehat secara jasmani. Yang membuat aku bingung saat ini adalah, jika kursus ini selesai nantinya, apalagi yang bisa kulakukan? Bagaimana supaya "train for brain" ini  bisa tetap berlanjut? Entahlah, masih misteri juga bagiku.       

Komentar

  1. belajar bahasa membantu melawan penyakit pikun. baik bagi orang tua... jiahahahaha....

    good for u...

    lol

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUCAPKAN なるほど / NARUHODO YANG BENAR

ASSORTED #2

THE GOOD SIDE OF MESSED UP LIVE