Ada beberapa film yang saya tonton dan ingin sekali menuliskan apa yang saya pikirkan mengenai film tersebut. Ingat, ini hanyalah pendapat dari seorang amatir. Don't even mind.
Pertama, The Transcendence. Saya sangat berharap banyak pada film ini ketika pertama kali melihat trailer-nya. Johnny Depp. Dia alasan saya menonton film ini. Saya menebak-nebak akan hebat seperti apa film ini dengan ide " pikiran manusia vs komputerisasi". Saya sedikit teringat dengan "Eternal sunshine of the spotless mind" meski tema filmnya berbeda.
20 menit pertama, belum ada yang berkesan. Skenarionya dangkal. Akting Johnny tampak biasa-biasa saja. Saya berharap akan banyak dialog bermutu yang diucapkan oleh para pemeran yang katanya memerankan para cendekiawan. Akhrinya saya hanya berharap akan ada visualisasi dahsyat yang diberikan sutradara untuk adegan-adegan saat Johnny telah menjadi sistem komputer. Ternyata tidak. Film ini terkesan ingin tampil intelijen dan sekaligus menghibur dengan plot cerita dan efek komputer yang bagus tapi akhirnya jadinya biasa-biasa saja. Dan berhubung Johnny begitu cepat menjadi komputer maka tidak ada lagi tampilan karakter yang kuat. Mana ada komputer atau mesin yang berkarakter. Saya kecewa.
Kedua, The Amazing Spiderman 2. Secara visual film ini luar biasa memanjakan mata. Yang terpikir di benakku adalah siapa orang-orang berbakat yang menciptakan tampilan efek komputer yang hebat itu? Bagaimana mereka membuatnya? Sungguh daya imajinasi yang luar biasa. Meskipun begitu, ada beberapa bagian dimana spiderman bersalto di udara yang terkesan tidak alami.
Dari segi cerita, Spiderman yang ini sedikit berbeda dengan Spiderman versi Tobey Mcguire. Penonton yang tidak pernah membaca versi komiknya akan kebingungan. Bahkan ada yang protes kenapa ceritanya jadi berbeda. Menurut saya, versi Andrew Garfield adalah yang paling mirip dengan versi komiknya. Apalagi bagian tentang Green Goblin. Green Goblin adalah Joker-nya Batman atau Lex Luthor-nya Superman. Walaupun nantinya Green Goblin akan sadar dan kembali berteman dengan Spiderman meski alter jahatnya kadang-kadang kembali. Yang paling menyentuh tentunya adalah bagian terakhir. Tapi memang begitulah seharusnya karena cinta sejati Spiderman adalah Mary Jane, MJ. Turut berduka dengan meninggalnya Gwen Stacey yang blonde dan pintar. Bagi penggemar Emma Stone jangan bersedih, Emma sekarang sering tampil di iklan Revlon (maaf melenceng).
Ketiga, Godzilla. Meski Godzilla 2014 ini bagus, tapi saya lebih suka yang versi 1998. Film ini juga sedikit tidak sensitif dengan isu nuklir. Adegan PLTN yang runtuh sungguh bagus namun bagi penonton yang ada di Jepang, hal itu pasti akan berakibat tidak baik karena mereka masih bermasalah dengan PLTN Fukushima. Tapi selain itu film ini bagus dan menghibur.
Keempat, X-Men : Days of Future Past. Saya penggemar berat komik X-Men. Kartunnya juga sebagian besar sudah saya tonton. Ketika kecil dulu, saya selalu berharap bisa mempunyai salah satu kekuatan seperti mereka.
Plot cerita film X-Men yang ini berjalan baik. Tidak terkesan terburu-buru atau lambat. Tapi secara pribadi saya menginginkan adegan perkelahian yang lebih panjang dan seru saat X- Men bertempur dengan para Sentinel. Meski sudah pernah melihat tampilan Mistique-nya Raven Darkholme di the Last Stand, namun tetap saja
feel amazed saat melihat Jennifer Lawrence dengan tampilan Mistique-nya. 4 jempol untuk tim Make Up. Film X-Men yang mengecewakan bagi saya adalah The Wolverine 2013. Saya sudah membayangkan film ini akan seperti versi anime Jepang-nya. Tapi ternyata versinya lain. Semoga saja ada sutradara yang membuat versi tersebut.
Komentar
Posting Komentar