 |
| sumber gambar:google |
Sering sekali melihat tips-tips menjaga keuangan atau bagaimana mengelola keuangan setiap bulan agar gaji bisa cukup bahkan bisa menabung atau investasi. Setiap saat membaca pasti selalu timbul niat untuk mengikuti tips tersebut supaya keseimbangan pengeluaran dan pendapatan bisa dijaga dengan baik tapi selalu tidak bisa. Memang tidak pernah mengalami yang namanya kehabisan gaji di tengah bulan atau harus pinjam uang ke orang lain. Tapi tabungan tidak pernah bisa banyak. Apalagi kalau sudah pulang kampung ke Tondano di akhir tahun. Tahun habis = tabungan habis. Belum lagi tagihan kartu kredit yang masih menggantung.
Saya berpikir untuk melakukan hal lain yang bisa menghasilkan uang disamping pekerjaan saya. Tapi sulit. Saya juga sebenarnya bukan orang yang ingin menghabiskan waktu dengan kerja. Tambah sulit.
Sekarang ini saya cuma bisa mengandalkan gaya hidup serba hemat untuk bisa menabung. Saya tinggal di tempat kos yang dekat dengan tempat kerja, memasak sendiri makanan saya dan meminimalisasi makan diluar dan mengerem keinginan untuk beli baju atau sepatu.
Setelah dipikir-pikir, makanan cukup banyak mengambil jatah pengeluaran setiap bulan. Jika saya makan di warung makan, saya harus mengeluarkan biaya paling murah Rp 75 ribu per hari, artinya bisa lebih dari itu kalau makan di restoran di Mall. Dalam sebulan bisa mencapai lebih Rp 2 juta. Belum cemilan. Jadi dari awal saya memutuskan untuk memasak sendiri makanan dan membawa bekal makan siang ke kantor.
Setiap minggu saya hanya menghabiskan, paling banyak Rp 200 ribu untuk belanja bahan makanan. Itu untuk 21 kali makan dalam seminggu. Sangat hemat jika dibandingkan dengan beli makanan yang bisa tiga kali lipatnya. Saya memasak paling banyak 2 kali dalam seminggu. Jika orang mendengar cerita saya bahwa saya makan makanan yang sama dalam seminggu pasti mereka heran. Tidak bosan?
Supaya tidak bosan saya biasanya menyiapkan telur atau mi instan supaya bisa dimasak jika sudah eneg dengan menu minggu tersebut. Tapi sebenarnya ketika sudah terbiasa, makanan sama dalam seminggu bukan masalah lagi. Sekarang Saya malah tidak suka makan diluar. Makanan yang saya masak lebih enak dari makanan yang saya beli di restoran. Kebanyakan garam atau rasa makanan yang tidak sesuai dengan harapan. Kenyataannya, lebih sering kecewa makan di restoran atau warung makan. Makanya restoran dengan makanan enak sangat laku dan mahal sementara restoran yang lain tetap laku karena orang lain tidak punya pilihan lain. Daripada mati kelaparan mendingan makan apa yang ada di menu.
Sayang, walaupun sudah berhemat dengan cara ini, tetap saja kesulitan menyimpan uang yang cukup banyak hingga akhir tahun. keinginan yang paling besar saat ini adalah mempunyai tempat tinggal sendiri. Tapi sepertinya belum akan terwujud dalam waktu dekat mengingat penghematan yang dilakukan ini, ternyata dialihkan pengeluarannya untuk pemenuhan keinginan saya yang lain. Saya harus mengalahkan diri saya terutama keinginan saya sebelum bisa menang dalam perang pengaturan budget ini.
Sekarang ini, cukup syukuri saja apa yang ada. Hidup ini terlalu besar. Masalah budget cuma sepersekian saja dari masalah hidup. Tapi kalau Budget tidak diatur ini bisa jadi masalah besar, lebih besar dari hidup sepertinya. Hahahah.
Komentar
Posting Komentar