Maaf dengan judulnya yang sedikit "lebay". Akhirnya setelah beberapa tahun saya bisa menikmati kembali liburan saya di Tondano. Sebelum ini saya selalu merasa bahwa saya tidak bisa lagi beradaptasi dengan cuaca Tondano. Dingin. Tenggorokan gatal dan meradang serta mata merah dan perih selalu menyiksa saya setiap kali pulang ke Tondano. Saya pikir kesehatan saya sudah lebih baik setelah minum S lutena.
Tanggal 29 Juni saya berangkat dari Makassar ke Manado. Tiba di Manado saya langsung ketemu dengan teman saya dan sekaligus menikmati makanan di Restoran Bastion. Saya menemukan dua kuliner yang membawa saya kembali akan kenangan menikmati makanan tersebut di masa kecil. Lumpia dan Popaya Tono. Ah, senangnya. Kembali ke Tondano sebelum malam dan kembali makan. kali ini Mie Usus. Sungguh tiada yang bisa menggantikan kebahagiaan yang seperti ini. Makan apa saja yang disukai dan tentu saja menikmatinya.
Besoknya saya ke Bitung. Tujuan saya yaitu ke Mangrove pintu kota di Pulau lembeh. Saya telah berniat kesana dengan teman atau sendiri saja. Harus pergi. Tapi ternyata saya dapat teman juga kesana. The more the merrier.

Pergi ke Pulau Lembeh harus melalui pelabuhan yang ada di belakang pusat pertokoan di Pateten. Lebih dikenal dengan nama Ruko Pateten. Jika ingin menyeberang dengan harga murah harus rela berdesakan dengan penumpang yang lain. Tapi jika ingin menikmati perjalanan lebih baik patungan untuk sewa kapal. Harga sewanya Rp 300 ribu. Dari Pelabuhan ke Pintu Kota makan waktu sekitar 15-20 menit. Untung saja cuaca lagi bersahabat. Ombaknya juga hanya kecil-kecil. Pintu Kota ini tempatnya tersembunyi. Seperti teluk kecil yang tersembunyi. Sayang wisata mangrove nya masih dalam pengembangan, jadi tidak bisa terlalu menikmati karena rute yang dilewati hanya pendek saja. Selesai di Mangrove kami meminta kepada pemilik kapal untuk mengelilingi sebuah pulau yang ada di depan Kungkungan Resort. Pulaunya cantik dengan air jernih dan bersih. Rasanya ingin melompat ke pantai tapi tidak bawa baju cadangan. Terpaksa harus puas dengan melihat-lihat saja.
Setelah kembali ke pelabuhan kami singgah sebentar di Kebun Binatang mini di Tandurusa. Cukup menghibur tempatnya. Koleksi binatangnya cukup banyak untuk sebuah lokasi yang dimiliki oleh perorangan.
Rencana adventure saya yang lain terpaksa gagal karena cuaca ketika itu sangat tidak bisa ditebak. Kadang-kadang pagi begitu cerah tapi langsung gelap ketika siang dan kemudian hujan, atau sebaliknya. Jadinya saya cuma Photo Hunting kalo langitnya bagus. Berikut foto-foto yang saya dapatkan selama liburan kali ini.
Berharap dalam waktu dekat ini saya bisa punya uang lebih dan cuti yang diizinkan supaya bisa pergi ke suatu tempat untuk hunting photo.
Komentar
Posting Komentar