Terakhir saya menulis di blog ini adalah 2 tahun yang lalu. Begitu banyak yang terjadi apalagi di tahun 2018 ini. Menulis juga rasanya sedikit kaku dan berantakan. well, this is my story.
4 tahun yang lalu adalah pertama kalinya saya datang berlibur di Bali. Saya sempat berpikir betapa senangnya saya, jika saya mendapatkan pekerjaan dan tinggal di Bali. 4 tahun yang lalu saya berpikir pekerjaan apa selain pekerjaan di hotel yang bisa saya lakukan di Bali? Guess what? I moved to Bali! Dan yang lebih mengejutkan bahkan buat diri saya sendiri adalah saya tidak menyangka akan melakukan pekerjaan yang dulunya saya lakukan hanya sekedar hobi. Fotografi. Yeap, now i am officially announce myself as Photographer.
Sudah 3 bulan saya tinggal di Bali. Meninggalkan pekerjaan saya di Makassar yang telah saya jalani selama 9 tahun. Ada teman yang mengatakan bahwa saya nekat dan gila. Kenapa saya berhenti dari pekerjaan yang gajinya sudah 8 digit. My friend, when you get older and wiser, money is not everything. Sebetulnya, saya juga bukan orang yang mementingkan uang. Saya lebih mementingkan apa yang bisa membuat saya bahagia. Banyak orang yang bunuh diri bahkan ketika mereka telah mempunyai segala materi di dunia. Jadi intinya bahagia itu bukan berdasarkan uang atau materi yang ada (klise).
Saya juga tidak menampik bahwa mempunyai pekerjaan dengan gaji bagus bisa membayar gaya hidup yang saya inginkan. Tapi entah kenapa hati ini tidak bisa diajak kompromi lagi. Makanya, walaupun sedikit khawatir bahwa nantinya saya tidak bisa membeli barang sesuka saya lagi, saya mengambil keputusan berhenti dari pekerjaan tersebut. And it feels good!!!!
Ok, tulisan ini intinya bukan tentang peperangan batin dan logika tentang mengambil keputusan penting dalam hidup saya. Ini cerita tentang optimisme saya yang mengambil keputusan menjadi entrepreneur, di Bali.
Awalnya, saya pindah ke Bali karena saya mendapatkan pekerjaan sebagai fotografer di sebuah Hotel terkenal di Bali. Saya hanya bertahan 3 hari bekerja disana karena tujuan saya berhenti dari pekerjaan terdahulu disebabkan kejenuhan bekerja 9 jam x 5 hari sepanjang tahun. Pekerjaan di hotel itu akan membuat saya menjalani hal yang sama. Saya ingin yang baru dalam hidup saya. Saya keluar dan Saya memutuskan menjadi fotografer freelance.
Yang saya rasakan setelah 3 bulan berada di Bali sebagai Fotografer adalah rasa yang luar biasa. Tidak bisa dijelaskan semuanya. Penuh Keajaiban. it feels like the universe had aligned with me. I am not making so much money, yet. But, i am having clients and there are several potential clients who already reached out to me. I can not ask for more for now.
Waktu luang yang cukup banyak saat ini, saya manfaatkan untuk belajar bagaimana menjalankan bisnis servis ini, bagaimana memperlakukan client, berkomunikasi yang baik, dan yang terutama how to deal with failure.
Paling penting pada fase awal ini bagi saya adalah bagaimana menjaga optimisme dan selalu berada di lingkungan yang positif. Begitu banyak yang ingin saya tuliskan tapi saya begitu overwhelmed dengan semua pengalaman baru ini, sehingga saya tidak fokus menuliskan semuanya. saya rasa tulisan ini juga masih berantakan. nanti saya revisi lagi jika hati ini lebih tenang.
Komentar
Posting Komentar