Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"
Halo. Lama tak bersua. Saya menganggap blog ini sebagai teman saya. Teman akrab yang cuma bisa menerima curhatan. It is been so long since the last time I wrote here. Sibuk dengan kerjaan baru. Menjadi freelance Fotografer, Desain Grafis dan Videografer sekaligus membuat saya tidak punya waktu untuk sekadar mengintip blog kesayangan ini. Bohong, tentu saja. Bukan tidak ada waktu tapi entah sudah lupa kalau punya blog ini (yang diingat kalau sedang banyak pikiran tapi tidak tahu mau curhat ke siapa) atau memang bukan prioritas.
Okay, mau cerita tentang kerjaan saya selama ini setelah berhenti dari kantor terakhir. Yang pertama sebagai Fotografer. Saya pikir saya orang yang cukup beruntung. Awalnya diterima sebagai fotografer di sebuah agency yang beraktifitas di Hotel terkenal di Bali. 3 hari saja dan saya berhenti. Saya sedikit berbohong ketika mengutarakan niat berhenti saat itu. Alasan sebenarnya bahwa saya tidak ingin lagi terlibat dengan jam kerja kantoran dan bekerja dengan tim yang tidak mempunyai value yang sama.
Setelah berhenti dari agency itu, saya diajak oleh teman baik saya di Bali untuk join sebagai freelance Fotografer di perusahaan dimana dia bekerja juga disitu. It is a project thank you. Mereka dapat konten saya dapat terima kasih dan pengalaman. Kalau ada yang tanya kenapa mau dengan pekerjaan seperti itu? Kan tidak dibayar? etc. Menurut saya, bekerja di bidang Kreatif seperti Fotografer dan lainnya, tidak sama seperti menjual barang. Ada barang ada harga. Sebagai produk jasa, saya harus memperlihatkan kemampuan saya terlebih dahulu. Selain skill yang terpenting adalah apakah saya bisa membaur dan kerjasama dengan tim? apakah saya bisa dipercaya? Jadi walaupun awalnya foto saya masih standard sekali kalau tidak mau dikatakan jelek, mereka tetap mengajak saya untuk project berikutnya dan malah bergabung dengan mereka sebagai content creator. Disinilah saya berkenalan dengan videografi dan desain grafis.
Kedua adalah Videografer. Awalnya saya tidak ingin menjalani bidang ini. Belum bisa dan harus ada tools pendukung yang tidak murah. Namun akhirnya dijalani juga dengan catatan mereka harus sabar karena selain saya masih amatir saya juga tidak punya laptop mumpuni. Jadi proses produksi bisa lama. Belum lagi belajar software-nya. Proses selama melakukan produksi video sangat membuat frustasi saat itu. Perjuangan terberat adalah proses editing. Ditambah melihat contoh-contoh video di Youtube, semangat juang turun ke level terendah. But I keep going and going. Untung saja video yang diproduksi bukanlah tipe video yang sulit. Hanya tipe liputan dan lebih banyak untuk membuat konten kursus.
Desain Grafis menjadi bidang terakhir. Saya memutuskan untuk belajar Adobe Illustrator setelah menyadari fotografi dan videografi berurusan ketat dengan desain grafis. Belajar software ini juga tak kalah frustasinya. Tapi saya sedikit bersemangat karena hasil latihan yang awalnya cuma sekadar buat kepentingan marketing fotografi saya, ternyata diminati oleh teman-teman saya yang ingin dibuatkan marketing tool buat usaha mereka. Jadi saat itu, sambil belajar saya juga sudah mendapatkan penghasilan.
Dibandingkan dengan Fotografi yang sudah ditekuni sejak 2010, videografi dan desain grafis masih sangat baru bagi saya. Masih begitu banyak harus dipelajari. Semangat terkadang melemah tapi jika melihat nominal tabungan saya, mau tidak mau harus bangkit dan berjuang. Tidak boleh berhenti. Tidak ada yang sukses jika tidak kerja keras. Ayo kerja, kerja kerja. Tapi jangan lupa Berdoa, makan dan mandi yah....
Komentar
Posting Komentar