Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"
Saya memulai usaha fotografi saya dengan modal nekat. Mungkin sedikit mengandalkan juga faktor "keberuntungan". Kenapa saya sebut NEKAT? Karena cuma modal skill dan tekad. Dari segi keuangan saya cuma mengandalkan uang pesangon yang telah diperkirakan akan habis dalam setahun. Terus pengetahuan tentang dunia usaha? NOL. Tapi beruntungnya diri ini, saya langsung berkenalan dengan orang-orang yang bekerja sektor pengembangan diri ketika memutuskan untuk berwirausaha. Istilah kerennya business coaching. Usaha mereka adalah usaha start up jadi saya pun jadi mengerti bagaimana memulai usaha dan menjaga usaha tetap jalan. A lot of work. A LOT.
Saya merasa cukup beruntung karena saya juga turut terlibat dalam network business mereka dan mulai mendapatkan client dari network tersebut. Tapi dalam pembelajaran saya selama ini, Hard skill adalah modal utama ketika berwirawausaha. Soft skill juga penting karena tidak ada client yang mau bekerja sama dengan orang brengsek. Hahaha. Untungnya lagi, saya pernah kerja sebagai resepsionis hotel jadi saya mengerti tentang Customer Service. Intinya perlakukan client dengan baik seperti saya juga ingin diperlakukan baik sebagai client di tempat lain.
Dalam satu bahasan dari coaching itu, disebutkan jika ingin menjadi ahli dalam satu bidang, maka harus punya pengalaman atau belajar dan praktik di bidang tersebut selama 10 ribu jam. Saat itu saya langsung menghitung jumlah jam belajar saya tentang photography. Lebih banyak teori saya rasa, tapi jika dikalkulasi , cukup sebagai modal awal. Pada awalnya, saya sedikit menyalahkan sistem pendidikan negeri ini. Kita dituntut untuk pintar dalam semua hal tapi tidak ada hal yang akhirnya kita tekuni dan menjadi ahli saat mulai mencari pekerjaan. Tapi apa boleh buat, lebih baik terlambat dari pada terjebak di zona nyaman.
Beberapa waktu lalu saya menonton satu video di Facebook, dan isinya kembali mengingatkan saya tentang hal dasar menjadi seorang ahli. Dan isi video tersebut mengatakan fokus saja kepada investasi skill. Buat skill yang kita punya jadi sangat bagus dalam 5 bahkan 10 tahun kedepan. Sambil bertekun sambil menjual usaha kita kepada dunia usaha. Uang yang akan kita hasilkan akan menyesuaikan dengan sebagus mana skill yang dikuasai. Saya terdiam dan berpikir cukup lama setelah video itu usai. That is the answer I am looking for.
Jadi setelah itu, saya bertekad untuk tetap berada di jalur yang sekarang saya jalani, sambil bekerja di bidang videography, photography dan design saya juga tetap belajar memperdalam teknik dan skill tapi tidak lupa untuk menawarkan skill saya kepada dunia usaha. Sesuaikan harga servis dengan skill saat ini. Saya harus ingat selalu, tidak perlu menunggu skill nya sempurna baru bisa ditawarkan kepada target client. Self development and improvement for 5 years ahead. I am looking forward to see what i will achive at that time. Mari bergiat!
Komentar
Posting Komentar