Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"

Gambar
  Kali ini, saya mau membahas satu kata dalam bahasa Jepang yaitu  お納めください. Jadi ceritanya hari ini saya nonton anime baru yang diadaptasi dari Manga yang berjudul "Tondemonai Skill de isekai houroumeshi".  Cerita di versi manganya menurut saya bagus. Gaya menggambar karakternya juga sedikit berbeda dari manga yang lain. Sejauh ini anime nya mirip dengan yang di Manga. Di episode kedua ini, ada satu kata yang menarik perhatian saya. Kata ini ada di adegan saat Ketua Merchant Guild hendak membayar Garam dan Lada milik Mukouda san. お納めください 。Lalu terlihat adegan resepsionis menyerahkan uang.   Arti dari Oosame kudasai ternyata "silahkan diterima (uangnya)". Secara arti kata, osameru 納める berarti : menerima uang, barang, dll, dan menjadikannya milik sendiri. お納めください (oosame kudasai) sama artinya dengan  お受け取りください =  silahkan diterima. Kata ini sangat sering dipakai dalam dunia bisnis.  Berikut adalah cara pakai kata tersebut dalam dunia kerja. (dikutip...

MENJADI AHLI DI BIDANGMU

             


                Saya memulai usaha fotografi saya dengan modal nekat. Mungkin sedikit mengandalkan juga faktor "keberuntungan". Kenapa saya sebut NEKAT? Karena cuma modal skill dan tekad. Dari segi keuangan saya cuma mengandalkan uang pesangon yang telah diperkirakan akan habis dalam setahun. Terus pengetahuan tentang dunia usaha? NOL. Tapi beruntungnya diri ini, saya langsung berkenalan dengan orang-orang yang bekerja sektor  pengembangan diri ketika memutuskan untuk berwirausaha. Istilah kerennya business coaching. Usaha mereka adalah usaha start up jadi saya pun jadi mengerti bagaimana memulai usaha dan menjaga usaha tetap jalan. A lot of work. A LOT.

            Saya merasa cukup beruntung karena saya juga turut terlibat dalam network business mereka dan mulai mendapatkan client dari network tersebut. Tapi dalam pembelajaran saya selama ini, Hard skill adalah modal utama ketika berwirawausaha. Soft skill juga penting karena tidak ada client yang mau bekerja sama dengan orang brengsek. Hahaha. Untungnya lagi, saya pernah kerja sebagai resepsionis hotel jadi saya mengerti tentang Customer Service. Intinya perlakukan client dengan baik seperti saya juga  ingin diperlakukan baik sebagai client di tempat lain. 

            Dalam satu bahasan dari coaching itu, disebutkan jika ingin menjadi ahli dalam satu bidang, maka harus punya pengalaman atau belajar dan praktik di bidang tersebut selama 10 ribu jam.  Saat itu saya langsung menghitung jumlah jam belajar saya tentang photography. Lebih banyak teori saya rasa, tapi jika dikalkulasi , cukup sebagai modal awal. Pada awalnya, saya sedikit menyalahkan sistem pendidikan negeri ini. Kita dituntut untuk pintar dalam semua hal tapi tidak ada hal yang akhirnya kita tekuni dan menjadi ahli saat mulai mencari pekerjaan. Tapi apa boleh buat, lebih baik terlambat dari pada terjebak di zona nyaman. 

             Beberapa waktu lalu saya menonton satu video di Facebook, dan isinya kembali mengingatkan saya tentang hal dasar menjadi seorang ahli.  Dan isi video tersebut mengatakan fokus saja kepada investasi skill. Buat skill yang kita punya jadi sangat bagus dalam 5 bahkan 10 tahun kedepan. Sambil bertekun sambil menjual usaha kita kepada dunia usaha. Uang yang akan kita hasilkan akan menyesuaikan dengan sebagus mana skill yang dikuasai. Saya terdiam dan berpikir cukup lama setelah video itu usai. That is the answer I am looking for. 

            Jadi setelah itu, saya bertekad untuk tetap berada di jalur yang sekarang saya jalani, sambil bekerja di bidang videography, photography dan design saya juga tetap belajar memperdalam teknik dan skill tapi tidak lupa untuk menawarkan skill saya kepada dunia usaha. Sesuaikan harga servis dengan skill saat ini. Saya harus ingat selalu, tidak perlu menunggu skill nya sempurna baru bisa ditawarkan kepada target client.  Self development and improvement for 5 years ahead. I am looking forward to see what i will achive at that time. Mari bergiat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUCAPKAN なるほど / NARUHODO YANG BENAR

ASSORTED #2

THE GOOD SIDE OF MESSED UP LIVE