Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"
Pengalaman saya kerja remote berawal dari Pandemi Covid 19. Saat itu saya merasa dunia saya semakin gelap dan tidak tahu arah. Di awal pandemi Covid di saat pemerintah mengetatkan semua transportasi dan keamanan, saya masih mendapatkan beberapa pekerjaan fotografi yang semuanya wedding fotografi. Enaknya saat PPKM, pekerjaan wedding fotografi menjadi singkat waktunya karena pesta nikah dibatasi waktunya oleh pemerintah dan tentu saja jumlah undangan. Tapi lama-kelamaan orang mulai menunda pesta nikah hingga saat yang mereka pikir bisa lebih leluasa. Akhirnya pekerjaan saya jadi nihil.
Suatu hari saya mengobrol lewat WA dengan teman yang masih kerja di Bali. Hingga satu titik saya iseng menanyakan lowongan kerja desain grafis di kantornya. Keberuntungan memihak saya hari itu, dia meminta saya untuk menunggu sebentar untuk menanyakan kepada atasannya. Tahu tidak, saya langsung di tes saat itu dan diterima kerja saat itu juga. Sebagai freelancer desain grafis. Gaji yang saya terima sebanyak 3 juta yang dibayar perbulan.
Saya kemudian diberitahu kalau pekerjaan saya tersebut nantinya lebih banyak membuat motion graphic sehingga saya harus belajar After Effects terlebih dahulu. Saya menjelaskan bahwa komputer saya tidak memiliki spesifikasi untuk software berat semacam itu. Singkat cerita pihak perusahaan akan mengirimkan komputer untuk saya kerja. Senang dan bahagia rasanya hari itu. Diluar kenyataan bahwa saya harus belajar After Effects dan software lainnya, saya senang bahwa saya mendapat pekerjaan, mendapat skill baru dan dibayar.
Inilah moment awal saya menjelajahi dunia baru di bidang grafis desain. Lebih visual dan lebih menarik. Walaupun proses belajarnya juga sangat menguras otak. Yang jadi pelajaran saat itu adalah pada saat kepepet karena tabungan semakin tipis, saya membuka diri untuk pengalaman baru dan tantangan baru. Karena ini adalah awal dimana saya bisa menjual Skill baru saya sebagai Video Editor setelah saya selesai kontrak di perusahaan itu. Bisa bayangkan jika saya menyerah saat mengetahui saya harus belajar Adobe software yang baru karena tingkat kesulitannya yang semakin tinggi? Saya tidak akan berada di fase sekarang dimana mencari pekerjaan menjadi sedikit lebih gampang karena jumlah lowongan pekerjaan untuk Video Editor yang banyak. Jadi jika ada yang membaca tulisan ini dan merasa tantangan hidup lebih keras, saya hanya bisa sedikit memberi motivasi untuk tidak pernah menutup diri terhadap tantangan baru meski itu terasa susah. Karena kesempatan tidak akan datang 2 kali.
Komentar
Posting Komentar