Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"

Gambar
  Kali ini, saya mau membahas satu kata dalam bahasa Jepang yaitu  お納めください. Jadi ceritanya hari ini saya nonton anime baru yang diadaptasi dari Manga yang berjudul "Tondemonai Skill de isekai houroumeshi".  Cerita di versi manganya menurut saya bagus. Gaya menggambar karakternya juga sedikit berbeda dari manga yang lain. Sejauh ini anime nya mirip dengan yang di Manga. Di episode kedua ini, ada satu kata yang menarik perhatian saya. Kata ini ada di adegan saat Ketua Merchant Guild hendak membayar Garam dan Lada milik Mukouda san. お納めください 。Lalu terlihat adegan resepsionis menyerahkan uang.   Arti dari Oosame kudasai ternyata "silahkan diterima (uangnya)". Secara arti kata, osameru 納める berarti : menerima uang, barang, dll, dan menjadikannya milik sendiri. お納めください (oosame kudasai) sama artinya dengan  お受け取りください =  silahkan diterima. Kata ini sangat sering dipakai dalam dunia bisnis.  Berikut adalah cara pakai kata tersebut dalam dunia kerja. (dikutip...

Pengalaman Kerja Remote Pertama Kali


 

Pengalaman saya kerja remote berawal dari Pandemi Covid 19. Saat itu saya merasa dunia saya semakin gelap dan tidak tahu arah. Di awal pandemi Covid di saat pemerintah mengetatkan semua transportasi dan keamanan, saya masih mendapatkan beberapa pekerjaan fotografi yang semuanya wedding fotografi. Enaknya saat PPKM, pekerjaan wedding fotografi menjadi singkat waktunya karena pesta nikah dibatasi waktunya oleh pemerintah dan tentu saja jumlah undangan. Tapi lama-kelamaan orang mulai menunda pesta nikah hingga saat yang mereka pikir bisa lebih leluasa. Akhirnya pekerjaan saya jadi nihil.


Suatu hari saya mengobrol lewat WA dengan teman yang masih kerja di Bali. Hingga satu titik saya iseng menanyakan lowongan kerja desain grafis di kantornya. Keberuntungan memihak saya hari itu, dia meminta saya untuk menunggu sebentar untuk menanyakan kepada atasannya. Tahu tidak, saya langsung di tes saat itu  dan diterima kerja saat itu juga. Sebagai freelancer desain grafis. Gaji yang saya terima sebanyak 3 juta yang dibayar perbulan. 


Saya kemudian diberitahu kalau pekerjaan saya tersebut nantinya lebih banyak membuat motion graphic sehingga saya harus belajar After Effects terlebih dahulu. Saya menjelaskan bahwa komputer saya tidak memiliki spesifikasi untuk software berat semacam itu. Singkat cerita pihak perusahaan akan mengirimkan komputer untuk saya kerja. Senang dan bahagia rasanya hari itu. Diluar kenyataan bahwa saya harus belajar After Effects dan software lainnya, saya senang bahwa saya mendapat pekerjaan, mendapat skill baru dan dibayar. 


Inilah moment awal saya menjelajahi dunia baru di bidang grafis desain. Lebih visual dan lebih menarik. Walaupun proses belajarnya juga sangat menguras otak. Yang jadi pelajaran saat itu adalah pada saat kepepet karena tabungan semakin tipis, saya membuka diri untuk pengalaman baru dan tantangan baru. Karena ini adalah awal dimana saya bisa menjual Skill baru saya  sebagai Video Editor setelah saya selesai kontrak di perusahaan itu. Bisa bayangkan jika saya menyerah saat mengetahui saya harus belajar Adobe software yang baru karena tingkat kesulitannya yang semakin tinggi? Saya tidak akan berada di fase sekarang dimana mencari pekerjaan menjadi sedikit lebih gampang karena  jumlah lowongan pekerjaan untuk Video Editor yang banyak. Jadi jika ada yang membaca tulisan ini dan merasa tantangan hidup lebih keras, saya hanya bisa sedikit memberi motivasi untuk tidak pernah menutup diri terhadap tantangan baru meski itu terasa susah. Karena kesempatan tidak akan datang 2 kali. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUCAPKAN なるほど / NARUHODO YANG BENAR

ASSORTED #2

THE GOOD SIDE OF MESSED UP LIVE