ASSORTED #2
Hari ini saya capek secara mental. Sebetulnya bisa saja tidak memedulikan apa yang sedang terjadi di tempat kerja. Tapi sekali lagi saya membiarkan diri ini terlibat dan akhirnya menyibukkan diri sendiri dengan kepentingan orang lain. Mungkin sudah sifat saya ingin masuk campur urusan orang lain. Entahlah. Atasan saya juga punya andil atas keterlibatan saya dalam hal itu, lebih besar daripada keusilan saya. Intinya saya memang ditakdirkan untuk mendongkol dan jengkel selama dua hari.
Jika ada yang bertanya-tanya kenapa saya membicarakan hal yang tidak penting diatas, jawabannya mungkin juga kurang lebih sama, tidak penting. Jadi karena alasan mendongkol itu, saya hari ini pergi ke bioskop sepulang kerja. Sendiri. Tentu saja. Judul film 2GUNS. Denzel Washington and Mark Wahlberg. Tema cerita mungkin saja sudah basi namun sutradara dan semua orang yang terlibat khususnya scenario berhasil membuat film tersebut menarik untuk ditonton.Meski tidak briliant, film ini menghibur.
Penggemar Denzel tidak akan menemukan akting memukau denzel seperti di The flight karena sepertinya yang penting di film ini adalah ceritanya bukan pada karakter. Beberapa percakapan setidaknya bisa membuat penonton tertawa. Latar belakang masing-masing karakter juga agak tidak jelas. Mungkin karena terlalu banyak karakter yang terlibat dan sekali lagi inti dari film adalah ceritanya bukan pada karakter, maka profil dua pemeran utama kurang diceritakan. Tapi bagi saya tetap saja terasa kurang. Siapa sebenarnya Bobby? selain dirinya adalah anggota DEA tidak ada penjelasan apakah dia pernah menikah, punya keluarga atau yatim piatu? Begitu juga si Michael. Tidak ada info lebih jauh selain dia adalah anggota NAVY. Terasa sekali penonton langsung diajak kedalam adegan-adegan penting sehingga lupa detil ceritanya seperti apa. Sutradara film ini bertindak seperti seorang ayah yang enggan menjelaskan sesuatu kepada anaknya dan memilih membungkam anaknya dengan permen dan hadiah. Dan entah kenapa setelah dibahas seperti ini, film ini tidak terasa "menghibur" lagi. Beginilah Saya, selalu membuat ribut dan menganalisa terlalu dalam.
Lupakan cerita film diatas, saya ingin membagi sebuah cerita menarik yang saya baca di BBCnews.com. Sejujurnya saya bukan pecinta berita. Tapi demi alasan memperbaiki dan memajukan bahasa asing saya, maka saya membulatkan tekad memperbanyak kosakata dengan banyak membaca, meski pada akhirnya saya selalu lupa arti semua kata-kata itu. Oh iya, ceritanya. Saya memang banyak omong.
Penulis wanita ini pindah ke Italia dan hidup bersama partnernya, pria Italia yang menurutnya sangat tidak Italia. Prolog inilah yang membuat saya tertarik untuk membacanya lebih jauh. Alasan kenapa dia menilai seperti itu adalah karena partnernya tidak punya wanita lain selain dirinya. Setia. Sementara, seperti yang dunia tahu, pria Italia adalah pria perayu dan punya wanita lain, satu atau dua atau lebih, selain wanita yang dipanggilnya istri. contoh, Berlusconi. Meskipun begitu, si penulis tidak membantah kalau pria Italia adalah pria paling romantis di dunia.
Dari penelitian yang dilakukan penulis, sifat tidak setia para pria Italia mulai pudar. Selain karena perubahan sifat wanita yang dinilai lebih agresif dan bahkan berbalik mengkhianati pria, ternyata faktor utama adalah resesi ekonomi. Jadi alasan tidak berkhianat dikarenakan biaya untuk wanita kedua akan membuat pria bangkrut. Dengan sifat mereka yang romantis, tentu saja biaya yang besar sangat dibutuhkan. Makan malam, buket bunga perhiasan, pakaian dan lain-lain. Sementara, gaji tidak naik dan biaya hidup semakin mahal. Mahalnya biaya perceraian juga turut mempengaruhi para Pria Italia untuk mengekang nafsu mereka. Mungkin Para istri di Italia sekarang merasa lebih tentram meski di sisi ekonomi mereka harus berhemat sana sini. The death of Casanova. Mungkin sudah sebaiknya seperti ini.
Komentar
Posting Komentar