ASSORTED
Kali ini saya tidak punya tema tertentu yang ingin saya tulis. Acak dan macam-macam. Mungkin sudah terwakili dari judulnya yang entah kenapa mengingatkan pada Biscuit merk tertentu yang isinya "assorted".
Pertama, ini soal komitmen. Komitmen saya untuk berubah, menghentikan kebiasaan buruk dan mengalihkannya untuk sesuatu yang berguna. Belajar bahasa asing atau menulis di blog yang sudah dua bulan lebih nyaris tidak pernah diintip. Tapi, entah kenapa susah sekali menghilangkan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan. Komitmen yang lain adalah mengembangkan kemampuan bahasa asing saya, Bahasa Inggris dan Jepang. Di kantor, saya sibuk akhir-akhir ini, meski demikian selalu saja ada waktu luang dimana saya nyaris tidak mengerjakan apa-apa. Disaat itulah seharusnya saya membaca artikel atau belajar membaca kanji atau apapun itu untuk membuat bahasa asing saya tambah maju. Tapi entah kenapa selalu gagal. saya memilih menjelajah internet atau mengkhayal hal yang tidak-tidak. The enemy you can't beat is yourself.
Kedua, masih berkaitan dengan bahasa asing, yang saya temui penggunaannya di social media. Sebetulnya saya tidak ingin menjadi "Grammar Nazi", karena sebetulnya bahasa inggris saya juga masih payah. Tapi menurut logika dan apa yang telah saya pelajari, 'grammar'-nya kacau balau. Mungkin orang jadi salah paham ketika saya selalu protes tentang kesalahan-kesalahan tersebut dan menganggap saya sombong dan sok tahu serta sok pintar. Bukan. Bukan hal itu yang jadi perhatian saya. Yang jadi titik berat pemikiran saya adalah kenapa susah-susah menuliskan dalam bahasa asing sementara menuliskan dalam bahasa 'native' saja sudah cukup. Bahkan dalam bahasa Indonesia saja masih banyak kesalahannya. Apa ini berkaitan dengan anggapan orang lain? maksud saya, apa supaya dianggap keren? Jika menuliskan sesuatu dengan benar pasti dianggap pintar. Tapi bagaimana jika salah? sudah sok pintar tambah memalukan. Apa itu anggapan yang ingin dicari? Kenapa dengan bahasa Indonesia? terlalu gampang atau kesannya tidak keren? Bahasa Indonesia sebenarnya kaya kosakata tapi entah kenapa tidak tergali. Dan jika berhubungan dengan pekerjaan, dengan bahasa indonesia yang dikuasai baik ditambah dengan bahasa asing, siapapun bisa kerja di kantor perwakilan negara asing. Dengan menguasai bahasa indonesia dengan baik, bisa saja jadi penulis, editor majalah, presenter, jurnalis dan semua itu adalah profesi yang sedang populer karena pentingnya media massa saat ini. Bicara gaji, semua profesi yang saya sebutkan diatas bisa menghasilkan lebih dari cukup.
Ketiga, Politik, Hal yang sebenarnya tidak pernah terlintas dianganku bisa menjadi hal menarik untuk dibahas. Membaca artikel koran setiap hari, hal yang pertama dibaca pasti soal politik. Tahun depan kita sudah memasuki pemilu 2014. Legislatif yang baru dan eksekutif yang baru. Pilkada di daerah-daerah yang awalnya nanti dilaksanakan pada 2014, semua dimajukan karena menurut aturan tidak bisa berbarengan dengan Pemilu. Di sisi lain, legislator yang terbelit kasus korupsi juga telah menghiasi halaman-halaman media cetak dan juga siaran berita, nyaris setiap hari. Herannya, mereka tidak pernah tampak malu disorot didepan kamera. Malah terkesan menikmati kilatan-kilatan cahaya dari kamera sehingga dengan gembira menampilkan senyum paling hangat dan bahagia. Pencitraan tokoh-tokoh politik yang ingin maju menjadi pemimpin negara ini juga sangat membuat capek mata. Saya jadi capek kalau membahas politik. terlalu pelik dan menyayat hati karena yang terkena imbasnya adalah rakyat. Termasuk saya dan keluarga dan teman-teman saya. Baiklah, cukup soal politik ini. Seandainya ada sihir ampuh untuk membuat negara ini bisa sedikit berpihak pada rakyatnya. Seandainya semua legislator tidak seburuk yang ditampilkan di media. Ah, seandainya...
Komentar
Posting Komentar