Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"

Gambar
  Kali ini, saya mau membahas satu kata dalam bahasa Jepang yaitu  お納めください. Jadi ceritanya hari ini saya nonton anime baru yang diadaptasi dari Manga yang berjudul "Tondemonai Skill de isekai houroumeshi".  Cerita di versi manganya menurut saya bagus. Gaya menggambar karakternya juga sedikit berbeda dari manga yang lain. Sejauh ini anime nya mirip dengan yang di Manga. Di episode kedua ini, ada satu kata yang menarik perhatian saya. Kata ini ada di adegan saat Ketua Merchant Guild hendak membayar Garam dan Lada milik Mukouda san. お納めください 。Lalu terlihat adegan resepsionis menyerahkan uang.   Arti dari Oosame kudasai ternyata "silahkan diterima (uangnya)". Secara arti kata, osameru 納める berarti : menerima uang, barang, dll, dan menjadikannya milik sendiri. お納めください (oosame kudasai) sama artinya dengan  お受け取りください =  silahkan diterima. Kata ini sangat sering dipakai dalam dunia bisnis.  Berikut adalah cara pakai kata tersebut dalam dunia kerja. (dikutip...

ADVENTURE IN BALI #2

         




         Hari senin, setelah menginap 2 malam di Candidasa, saya kembali ke Denpasar. Perjalanan pagi hari memakan waktu 1 setengah jam. Saya menyelesaikan urusan saya dan bertemu dengan teman lama. Dua teman lama yang sama-sama kebetulan berada di Bali dengan masing-masing urusannya tapi tetap berusaha bertemu.

         Rendevous pertama, saya diajak bertemu di Beach Walk Mall. Dari perbincangan dengan teman, saya sadar bahwa hotel tempat saya menginap malam ini ternyata bukan Favehotel yang saya maksudkan untuk menginap. Fave hotel ini berada di Sunset road yang cukup jauh dari pusat keramaian Seminyak. Yah, apa mau dikata, terima saja kenyataannya. Jam setengah dua saya berpisah dengan teman saya dan menjemput teman saya yang lain.


         Kami memutuskan pergi ke Blue point dan makan siang disana. Tempat yang bagus karena langsung menghadap ke laut. Kami memutuskan untuk turun ke pantai, kebetulan sedang surut. Tapi ternyata blue point bukan tempat yang cocok kalau hanya untuk jalan-jalan. Tempat ini khusus untuk surfing. Ketika kami memutuskan untuk pulang karena teman saya harus kembali ke Jakarta, Matahari masih jauh berada diatas horizon. Waktu yang tepat datang kesini adalah saat matahari terbenam. Sayang kami tidak bisa lihat sunset. Setidaknya saya punya alasan untuk datang kesini lagi lain waktu.


         Malamnya, saya ketemu teman lain lagi. Kali ini kita bertiga karena tunangannya memutuskan untuk jalan bersama. Mereka  mengajak saya ke restoran Italia. Makanannya lezat. Tidak rugi membayar agak mahal dengan rasa yang pantas. Setelah makan malam, mereka membawa saya jalan di pantai Seminyak. Salah tempat lagi karena suasana romantis di sepanjang pantai yang penuh warna-warni lampu dan pasangan yang menghabiskan malam, sungguh tidak tepat bagi saya. Risih rasanya melihat orang yang pacaran secara terbuka di pantai. Maklum saya tidak besar di negara yang memperlihatkan kemesraan secara terbuka di tempat umum. Malam masih panjang, tapi saya memutuskan kembali ke hotel. Perjalanan di Candidasa sehari sebelumnya masih menyisakan sakit di kaki dan lelah yang belum terbayar. Harus istirahat cukup malam ini karena saya memutuskan untuk sedikit bertualang lagi besok.

         Paginya, saya bangun lebih cepat yang saya harapkan. Langit agak mendung hari ini. Sarapan di Favehotel cukup enak. bervariasi, banyak pilihan untuk makanan. Sarapan ala western atau ala Indonesia. Usai sarapan, saya memutuskan untuk mengambil foto disekitar hotel sekaligus membunuh waktu sebelum check out. Jam 12 tepat saya turun ke lobi.  Jam keberangkatan saya kembali ke Makassar masih lama. Jadi saya memutuskan untuk jalan-jalan sebentar ke pantai Semiyak.

          Jalan-jalan disini yang saya maksudkan adalah jalan kaki. Saya belum kapok jalan kaki.  Rencananya, jalan kaki dari sunset road, tembus ke pantai seminyak lalu jalan sepanjang pantai hingga kuta. Setelah 10 menit keluar hotel saya menemukan pertigaan. firasat saya mengatakan untuk belok kiri tapi kaki saya melangkah ke kanan. Setelah agak jauh akhirnya saya  mengecek Google Maps karena rasanya saya tersesat. Saya berada di Jl kerobokan. Dan benar ternyata. Saya menjauhi seminyak. Saya balik kanan dengan segera. Keringat  mulai membasahi baju saya. Arloji menunjukkan pukul 12:30. Untung saja agak mendung jadi tidak terlalu panas. Mungkin jika hari cerah saya sudah gosong.

          Jalanan yang ramai dan kafe-kafe yang penuh dengan turis di Seminyak, Saya jalan terus, berharap saya akan segera menemukan arah ke pantai. Patokan saya untuk ke Seminyak adalah saya harus terus ke arah barat. Hingga akhirnya saya tiba di Seminyak Square. Saya bingung pantainya disebelah mana. Beberapa kali mengecek google maps tapi sepertinya tidak ada jalan kesana. Saya mengikuti sejumlah orang yang berjalan ke arah barat melewati samping Mall. Tapi jalanan berubah arah menjadi Utara, lalu selatan, saya bingung. Saya mengambil arah sebelah kiri dan mulai berjalan lagi. Jalanan tiba-tiba berbelok dan mengarah ke timur. Jika saya mengambil arah timur artinya saya akan menjauhi pantai. Tiba tiba saya melihat lorong. Beranikan diri, saya menyeberang dan masuk ke lorong itu. saya jalan terus dengan kaki yang kembali lelah. Tapi saya tidak melambatkan kecepatan jalan saya.


         Saya berjalan terus dan merasa sudah benar karena jalanan kembali mengarah ke Barat. Tapi sekian lama saya berjalan pantai belum juga kelihatan. Akhirnya saya bertanya kepada seorang ibu yang kebetulan berpapasan. Jika maju ke pantai jangan lupa belok kanan, kata si ibu. Sepuluh menit kemudian akhirnya saya melihat sebuah papan dengan tulisan " to the Beach". Finally. Hampir menyerah rasanya.

         Senang sekali hati ini, menemukan pantai yang tadi malam saya lewati. Tapi tunggu dulu, sepertinya lokasinya agak berbeda. mungkinkah saya salah? Saya melangkah ke kiri dan mulai menyusuri pantai. Mataku mencari-cari lokasi semalam. Ternyata jalan pantai yang sekarang masih agak ke utara dibanding yang semalam. Tak apalah, yang penting tidak tersesat. Sekarang yang menjadi masalah adalah saya harus tetap berjalan hingga ke Beach Walk Mall. Am i gonna make it? Lets walk.

         Saya yakin saya adalah turis yang paling aneh karena memakai sepatu di pantai. lengkap dengan ransel punggung. Saya kelihatan baru saja hiking tapi di pantai. Oalah... Hingga suatu ketika saya berpapasan dengan turis mancanegara yang bergaya nerd. Kemeja flanel, topi pemancing, ransel dan Sepatu Sneakers. Well, sepertinya rupa saya sekarang masih sedikit masuk akal daripada bapak itu. Ok,, jalan terus.

         Akhirnya saya tiba di pantai kuta. saya keluar ke arah jalan dan mendapati bahwa saya masih harus jalan lagi sekitar 10 menit hingga tiba di Mall. Tampang saya sepertinya sudah seperti kepiting gosong. Baju dan ransel sudah basah oleh keringat. Untung saja masih ada kaos bersih. Saya langsung ke toilet  ketika tiba di mall untuk ganti baju bersih da kemudian mencari restoran untuk makan. Ketika akhirnya saya duduk di resto, jam sudah menunjukkan pukul 2:00. Saya jalan kaki dari Sunsetroad ke Beach Walk sekitar 1 jam 45 menit. Tubuh Saya belum capek tapi kaki saya yang teriak-teriak pegal. Masih ada waktu 1 jam sebelum saya harus ke Bandara.

          Saya memutuskan untuk makan sesuatu yang indonesia saja. Ujung-ujungnya saya makan bubur dengan daging ayam yang sudah agak busuk. Kurang ajar itu restoran. Untung saja mood saya lagi bagus, kalau tidak sudah saya komplain mereka dengan buas. Saya memutuskan untuk makan yang lain lagi karena bubur saja tidak cukup untuk mengganti tenaga saya terkuras. Namun kenyataannya saya hanya duduk dan melihat-lihat orang yang lalu lalang di depan saya. Suasana di bali begitu berbeda. Orang-orang tampaknya tidak peduli kau pakai pakaian apa. Dan satu hal yang kusuka disini, Bali begitu aman. Saya jalan begitu jauh, masuk keluar jalan yang tidak saya kenal tapi tidak ada hal yang mengganggu saya atau mengancam keselamatan saya, kecuali mobil-mobil yang lalu lalang di jalan.

       Dengan helaan napas berat saya beranjak dari tempat duduk. Saya harus kembali ke Makassar juga akhirnya. Entah kapan lagi bisa ke Bali. Pinginnya sih kerja di Bali, tapi selain hospitality, saya tidak punya pilihan lain. dan itu berarti saya tetap di luar Bali. Saya jadi tahu kenapa orang suka Bali Saya tidak bisa bilang alasannya apa. Aman? rasanya bukan itu saja. Ada sesuatu yang membuat betah disini. Entahlah.

candidasa


        

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUCAPKAN なるほど / NARUHODO YANG BENAR

ASSORTED #2

THE GOOD SIDE OF MESSED UP LIVE