Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"

Gambar
  Kali ini, saya mau membahas satu kata dalam bahasa Jepang yaitu  お納めください. Jadi ceritanya hari ini saya nonton anime baru yang diadaptasi dari Manga yang berjudul "Tondemonai Skill de isekai houroumeshi".  Cerita di versi manganya menurut saya bagus. Gaya menggambar karakternya juga sedikit berbeda dari manga yang lain. Sejauh ini anime nya mirip dengan yang di Manga. Di episode kedua ini, ada satu kata yang menarik perhatian saya. Kata ini ada di adegan saat Ketua Merchant Guild hendak membayar Garam dan Lada milik Mukouda san. お納めください 。Lalu terlihat adegan resepsionis menyerahkan uang.   Arti dari Oosame kudasai ternyata "silahkan diterima (uangnya)". Secara arti kata, osameru 納める berarti : menerima uang, barang, dll, dan menjadikannya milik sendiri. お納めください (oosame kudasai) sama artinya dengan  お受け取りください =  silahkan diterima. Kata ini sangat sering dipakai dalam dunia bisnis.  Berikut adalah cara pakai kata tersebut dalam dunia kerja. (dikutip...

Unplanned Journey (part 2)

     Sama seperti Bantimurung, rencana ke Malino sungguh mendadak. Sepupu teman yang kebetulan datang ke Makassar karena urusan pekerjaan, menanyakan tempat wisata yang bisa dikunjungi. Berhubung semua belum pernah ke Malino, Saya mengusulkan Malino. Namun ada sedikit pertimbangan untuk kembali ke Bantimurung.Tapi akhirnya semua setuju untuk pergi ke Malino. Tempat kumpul, di MTC Karebosi, jam 9. Saya mengusulkan lebih cepat namun yang lain tampaknya ada masalah dengan bangun pagi.

     Karena semua belum pernah ke Malino, awalnya kami salah naik petepete. Seharusnya langsung yang warna merah, tapi kami naik petepete J, dengan harapan ada angkot yang langsung ke Malino dari pasar Pabaeng-baeng. Jadinya kami dua kali pindah angkot. Rugi. Ternyata perjalanan ke Malino yang awalnya harus ke Sungguminasa, kab. Gowa, sangat lama. Setelah sopir menurunkan kami di terminal bayangan, kami harus menunggu hampir 1 jam 30 menit, hingga angkotnya penuh. Perjalanan dari Sungguminasa ke Malino sendiri hampir memakan waktu 2 jam. Menanjak dan menanjak  dan  berdebu karena banyak truk besar yang mengangkut tanah, lewat di jalan ini. Perjalanan ini sama melelahkan dan panas. Keringat jatuh tak henti. Ongkos ke Malino, Rp 15.000 per orang.

     Memasuki daerah Malino, mendung menghadang. Kami sudah siap kecewa jika nantinya kami tidak bisa ke air terjun atau bahkan terjebak disuatu tempat karena hujan. Semakin dekat dengan Malino, bukit-bukit Pinus mulai tampak. Angin sejuk khas pegunungan menerobos masuk lewat jendela angkot. Berasa seperti di Tondano.

     Sampai di Malino, pukul 13:40. Yang kami cari pertama adalah tempat makan. Beruntung tempat kami makan juga sekaligus menawarkan jasa Ojek ke Air terjun. Rp 20.000 per orang. Namun harga makanannya cukup murah dan enak. Tapi entahlah, saat itu kami memang sudah sangat lapar. Makanan apapun  sepertinya akan enak jika lapar. Keberuntungan tampaknya memihak kami. Hujan tidak jadi turun dan malah matahari bersinar terang. Perut kenyang dan cuaca mendukung, lengkap sudah.

     Pas setengah 3 kami menuju ke Air Terjun. Air terjun di Malino yang terkenal ada 2. Yang lebih indah, jaraknya lebih jauh. Jadi untuk yang pertama, cukup Air terjun Takapala. Ada juga air terjun Ketemu Jodoh. Air terjun ini lokasinya berdekatan dengan Air terjun Takapala, tapi kecil. Disebut Ketemu Jodoh karena dua aliran air bertemu dan menjadi satu air terjun. Sebetulnya yang ditawarkan bukan hanya air terjun, tapi ada Gunung Bawakaraeng, Kebun teh dan lainnya.

     Menurut cerita Bapak yang membonceng Saya, air terjun Takapala awalnya sangat indah namun lama kelamaan berubah karena dilokasi tersebut kini banyak warga yang menetap. Bapak itu juga menyarankan, jika kali berikut datang ke Malino sebaiknya menginap semalam atau 2 malam  supaya lebih bisa menikmati, selain transportasi yang susah. Jika ingin  kembali ke Makassar, angkot terakhir berangkat sebelum jam 5. Atau lebih baik membawa kendaraan sendiri, katanya. Saya membenarkan ucapan si Bapak.

     Jarak ke bawah, ke Air terjun, kira-kira 20 menit dengan sepeda motor. Jalan masuk ke Air terjun kira-kira 200 meter dan rusak parah. Harus hati-hati karena motor bisa terselip dan jatuh. Seperti yang terjadi pada dua teman saya. (dia sudah wanti-wanti agar saya tidak menuliskan kejadian ini.) Tapi untungnya mereka cuma lecet di bagian betis saja. Tentu saja yang hancur luluh lantak adalah harga diri. Hahahaha

     Semua kelelahan dan stres sepertinya lenyap dengan melihat Air terjun. Terpaan titik-titik air membuat wajah dingin dan segar.  Kami langsung mengeluarkan senjata masing-masing. Kamera. Tapi sial bagi Saya, batere kamera Saya ternyata belum sempat dicharge setelah Saya pulang dari Tondano, September lalu. Rasanya mau menangis.  Terpaksa Saya memberdayakan kamera HP buat potret sana, potret sini. Saat menikmati air terjun, kami sedikit terganggu dengan ‘guide lokal’ yang tanpa diminta langsung memepet kami dan dan seolah-olah memberi jasa pengantaran. Tapi herannya hanya kami bertiga saja yang dihampiri, yang lain tidak. Saya langsung sadar, dialek Manado membuat kami langsung dikenali sebagai turis domestik. Tapi biarlah. Jangan sampai kesenangan ini terganggu oleh orang itu.





Air Terjun Takapala




     Dalam perjalanan kembali, bapak yang membonceng Saya menawarkan untuk melihat air terjun Ketemu Jodoh. Saya mengiyakan. Cukup menghibur pemandangannya namun tempatnya tidak seluas yang pertama. Oh iya, tiket masuk kedua air terjun ini Rp 2000. Atau lebih? Maaf, Saya lupa. Tapi tidak lebih dari Rp 5000. Tidak sampai 1 jam, kami kembali ke atas. Mengecek angkot ke Sungguminasa agar tidak ketinggalan. Begitu sampai, angkot ke Sungguminasa tinggal menunggu 3 penumpang terakhir. Kami bertiga langsung naik dan berangkat pulang. 

Air Terjun Ketemu Jodoh


     Perjalanan pulang terasa lebih lama. Kami tiba di Sungguminasa pukul 6 lewat dan Tiba di Makassar sudah hampir jam 7. Hampir tiga jam lebih. Tapi menyenangkan. Semua kelelahan ini sepadan dengan pengalamannya. Saran saya, jika ingin ke Malino sebaiknya sewa mobil rental saja. Supaya tidak lama dijalan dan bisa menikmati alam Malino lebih lama. Saya berjanji akan kembali ke Malino. Sudah ada beberapa spot yang saya temukan dan kelihatannya bagus untuk dipotret. Saya harus kembali.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUCAPKAN なるほど / NARUHODO YANG BENAR

ASSORTED #2

THE GOOD SIDE OF MESSED UP LIVE