Baca judul diatas mungkin sebagian akan teringat serial TV Amerika yang ngetop banget beberapa tahun lalu,.. sepuluh tahun lebih mungkin? hahahahah saya sudah lupa. soalnya saya tidak mengikuti serial tersebut dari awal hingga akhir. Terlalu larut waktu serial tersebut ditayangkan di RCTI. Cukup soal Friends yang itu. sebenarnya yang saya ingin ceritakan adalah tentang teman atau sahabat. Membahas hal ini tidak akan pernah habis.
Dalam hidup, saya mengenal dua istilah teman. Teman dan Sahabat. Yang kedua adalah favorit saya. Saya punya agak banyak sahabat, most of them are women, and a few are Men.but talk about quality, i think, punya sabahat cewek lebih enak. Mereka lebih mendengar apa yang saya ceritakan. Kalau yang pria, rasanya aneh terlalu banyak menceritakan tentang perasaan dengan mereka. Nanti salah paham jadinya. Saya sebenarnya pemilih tapi saya memilih sahabat bukan karena tampang atau bahkan materi. Saya lebih memilih yang pintar dan ber-Sense of humor yang tinggi, bisa diajak bicara apa saja bahkan bergosip. hahahhaha!
Proses mendapatkan mereka sebagai sahabat bukanlah dengan waktu singkat. Tidak ada penguji yang lebih baik daripada waktu untuk mencari tahu apakah mereka sahabat atau cuma teman. waktu juga yang menunjukkan bahwa kadang-kadang kita menjadi sadar bahwa mereka yang kita pikir adalah sahabat ternyata cuma teman biasa. Saya mengalaminya akhir-akhir ini. Well, saya pikir saya akan menuliskan keburukan mereka disini tapi sudahlah. menceritakan keburukan mereka tidak akan membuat saya terlihat lebih baik dari mereka kan? *semua tepuk tangan dong*
Sebenarnya bukan cuma waktu saja, tapi masih ada lagi penguji yang lain. Kesusahan. Mereka yang masih bersama kita disaat susah dan mendukung kita untuk bangkit adalah Sahabat. tidak perlu diragukan lagi. jadi jika ada yang membaca tulisan ini lebih baik mulai menganalisa qualitas pertemanan anda dengan sesama. Jika tidak memenuhi dua kriteria diatas sebaiknya dieliminasi saja. buat apa membuang waktu dengan mereka yang tidak akan tinggal lama dengan kita. Dan satu lagi yang penting, apakah kita sudah berlaku dan bertingkah seperti sahabat yang baik? jadi sebelum ditinggalkan oleh mereka maka berubahlah. Lebih menderita jika kita tidak punya teman daripada tidak ada uang.
Tulisan ini saya dedikasikan buat mereka sahabat-sahabat saya yang sudah melalui waktu yang panjang dan berbagi kesusahan dan bahagia bersama. No one and nothing will ever replace you.
Komentar
Posting Komentar