Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"

Gambar
  Kali ini, saya mau membahas satu kata dalam bahasa Jepang yaitu  お納めください. Jadi ceritanya hari ini saya nonton anime baru yang diadaptasi dari Manga yang berjudul "Tondemonai Skill de isekai houroumeshi".  Cerita di versi manganya menurut saya bagus. Gaya menggambar karakternya juga sedikit berbeda dari manga yang lain. Sejauh ini anime nya mirip dengan yang di Manga. Di episode kedua ini, ada satu kata yang menarik perhatian saya. Kata ini ada di adegan saat Ketua Merchant Guild hendak membayar Garam dan Lada milik Mukouda san. お納めください 。Lalu terlihat adegan resepsionis menyerahkan uang.   Arti dari Oosame kudasai ternyata "silahkan diterima (uangnya)". Secara arti kata, osameru 納める berarti : menerima uang, barang, dll, dan menjadikannya milik sendiri. お納めください (oosame kudasai) sama artinya dengan  お受け取りください =  silahkan diterima. Kata ini sangat sering dipakai dalam dunia bisnis.  Berikut adalah cara pakai kata tersebut dalam dunia kerja. (dikutip...

My First Job

     Waktu saya kecil, Opa bertanya saya hendak jadi apa kalau besar nanti. Dokter? terlalu muluk-muluk. Pilot? saya rasa saya phobia dengan ketinggian. Astronot? apalagi yang ini. Saya seperti sudah tahu bahwa keluarga saya tidak akan mampu menyekolahkan saya di bidang tersebut karena finansial yang tidak mencukupi. Bukannya pesimis, saya cuma realistis sejak dulu. And the answer for the 1 million dollar question is......  "Pegawai Negeri!". Opa saya tertawa terbahak-bahak dan saya cuma bisa cemberut. Apa salahnya jadi pegawai negeri? pikirku saat itu. Opa sendiri pegawai negeri, so what the funny thing about it? Dia meyakinkan diriku bahwa menjadi pegawai negeri bukanlah cita-cita yang patut dibanggakan. Setelah saya besar dan melihat sendiri akhirnya saya paham kenapa. Saya jadi berbalik 180 derajat. Membenci profesi itu dan berjanji tidak akan atau bahkan bermimpi menjalani profesi tersebut.

     Ketika mengambil  jurusan Bahasa Jepang yang notabene adalah jurusan Keguruan, saya sempat percaya dan yakin, menjadi guru  yang sejatinya adalah pegawai negeri, sudah menjadi takdirku. But the power of dream is saved my ass. Lucky Me! Sebelum diwisuda saya ditawari kerja di perusahaan Jepang yang bergerak di jual beli ikan kayu. Operasionalnya di Bitung, Sulawesi Utara. Saya diterima karena tidak ada kandidat lain selain saya, Hahahaha. Gajinya UMP tapi biarlah yang penting saya terbebas dari kutukan Pegawai Negeri. Lagipula saya dijanjikan gaji besar jika sudah diterima menjadi pegawai tetap. Dan tidak lupa, mereka menjanjikan saya, training di Jepang jika selesai training di Bitung selama 6 bulan.

     Pekerjaan pertama saya adalah perjalanan ke luar kota, yaitu Makassar, untuk meninjau perusahaan Ikan kayu disana yang akan memulai produksinya. I was totally blind, not only about the job itself but also the Japanese language, which is sound so different than the Japanese i learned in college. Alhasil saya cuma mengekor atasan saya dan hampir tidak bisa berkata apa-apa. Otomatis grade saya langsung turun di mata Boss.

     Malam pertama, saya dan  boss makan malam di Resto Hotel. Air minumnya bukan air mineral tapi  bir. God, I never drink beer or even wine or some kind of other liquor. The best  part is not yet to come. Selesai makan, kita berdua kembali ke kamar, ke kamar Boss. Saya diberi wejangan ini itu dan sekaligus diajari "How to serve drink to client and so on and so on". Boss masih bicara ini itu sementara saya dengan otak yang dipaksa kerja keras, mencoba mengerti apa yang sementara dibicarakan. Ditambah alkohol yang mulai bekerja membuat semuanya jadi lebih dramatis. That the first time i drank. but i  like the feeling of getting drunk. Free! * God please forgive me!* Saya kembali ke kamar saya dengan susah payah, untungnya tidak nyasar ke kamar orang. Esoknya, client dari Jepang datang dan menambah dramatis setiap moment ketidakberdayaan saya diantara mereka, For The Whole Day! Itulah saat saya merasa menjadi orang bodoh, terbodoh di dunia! Nyaris tidak bisa berbuat atau berkata apa tentang pekerjaan itu. Blank.

     Dua hari di Makassar dan kembali ke Bitung. Saya tidak tahu dan tidak ingin menerka apa penilaian Boss terhadap saya. Langsung dipecat saja, pintaku dalam hati. Ternyata tidak. Saya diharuskan kembali satu minggu kemudian untuk memulai training saya.

     Saya heran tapi bersyukur. Jadi begitulah, saya kembali dan memulai training yang sangat tidak menyenangkan. Saya berkutat dengan ikan mentah, ikan rebus, ikan yang sudah diasap setiap hari. Saya bau ikan. Kalau saya berpapasan dengan  kucing atau anjing saya dikira makanan mereka. Saya jadi mengerti bagaimana perasaan ikan. huahahahha.

     Selain saya diajari tentang produksi ikan kayu saya juga belajar tentang dunia pekerjaan versi pekerja Jepang. Taihen. Tough. Jika Boss dan client datang ke Bitung, saya harus siap menemani mereka seharian  penuh hingga tengah malam. Minuman alkohol sudah jadi teman saya setiap hari jika mereka ke Indonesia. Biasanya paling cepat mereka tinggal di Bitung satu minggu, paling lama 1 bulan. Walaupun malamnya saya mabuk, saya harus tetap masuk kerja sebelum jam 7. No excuses. Tapi saya belajar banyak dari pekerjaan pertama saya ini. Berkesan sekali.

      6 bulan telah lewat dan saya belum juga  berangkat ke Jepang. Kata boss, banyak yang harus dipersiapkan untuk kesana dan bahasa Jepang saya  belum cukup katanya. Setelah setahun  saya dites bahasa jepang dengan level tertinggi yang hanya akan bisa dilewati oleh mereka yang bertitel Master of Japanese Language. Tentu saja saya tidak lulus. Saya mulai sadar bahwa tidak akan ada training di Jepang ataupun diangkat jadi pegawai tetap. Mereka hanya butuh seorang yang lugu dan tidak berpengalaman, bisa digaji murah dan percaya dengan janji-janji mereka. I am so stupid. itulah kenapa mereka tidak memecat saya dari awal. Mereka berhasil membuat saya percaya bahwa saya sudah cukup beruntung dipekerjakan oleh mereka. Walaupun saya bisa mengerjakan semua tugas saya, saya tidak menerima kenaikan gaji sepeserpun. Apalagi ke Jepang.

     Saya memutuskan jika mereka tidak menaikkan gaji saya setelah 1.5 tahun bekerja maka saya akan berhenti. Maka terjadilah. Boss saya  tidak menduga saya akan berani minta berhenti setelah permohonan naik gaji saya ditolak. Dia sakit hati apalagi saya. Tapi sebetulnya setelah beberapa waktu, saya tidak sakit hati sama sekali bahkan saya berterima kasih sudah bisa mendapatkan pengalaman pertama yang punya banyak pelajaran dan disiplin. Merasa dibodohi tapi sebenarnya saya jadi pintar.

     Thanks to my stupidity and to all my Miseries. I am STRONG  and Smart Now.
     Go into the world, make mistake, learn your lesson and live like your dying.









   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUCAPKAN なるほど / NARUHODO YANG BENAR

ASSORTED #2

THE GOOD SIDE OF MESSED UP LIVE