MIRROR MIRROR
Ini bukan cerita film snow white versi paling anyar yang dibintangi Julia Roberts. Jadi yang merasa tertipu segeralah keluar dari blog ini. Tapi sebelumnya baca dululah biar sedikit. Heheheh. Pernah berdiri di depan cermin sambil berpikir? Maksud Saya bukan pikiran seperti ini “cantik/gantengkah saya?” atau “aduh, kerutan didahi dan dibawah mata bertambah.” Bukan yang seperti itu. Yah, yang berat-berat seperti “Saya sebenarnya ada didunia ini buat apa yah? “, “Selama ini apa yang sudah saya lakukan?”, “Dengan keadaan yang sekarang ini, masa depan Saya akan seperti apa?”.
Sebenarnya pikiran-pikiran seperti itu bisa terpikirkan kapan dan dimana saja, tidak perlu di depan cermin. Tapi jika di depan cermin, kegalauannya akan lebih terasa. Hahahah, sekarang kalau tidak ada galau berarti, “gak Gaul”.
Penyebab kenapa bisa berpikiran seperti itu? Kesepian. Yeap, rasa ini bisa membunuh seseorang.Tidak baik jika seseorang itu hanya sendiri saja. Itulah mengapa kita butuh teman. Supaya ada yang mengingatkan bahwa yang hidup susah didunia bukan hanya kita sendiri saja. Yang dibutuhkan adalah seorang teman yang bisa diajak berbincang. Berbincang artinya terjadi timbal balik, bukan hanya satu orang yang bercakap dan yang lain mendengar.Di Jepang anak-anak sekolah atau karyawan sering bunuh diri. Penyebabnya adalah mereka dikucilkan oleh lingkungan atau terlalu sibuk bekerja hingga tidak ada waktu untuk berteman. Akibatnya, kesepian.
Selain kesepian, menurut pengalaman sendiri, pikiran negatif seperti diatas bisa terjadi jika kita hidup hanya untuk diri sendiri. Perasaan tidak dibutuhkan akan menimbulkan pertanyaan “untuk apa saya hidup?”. Jika berjalan dikeramaian dan melihat gelandangan, cobalah memberi sedekah. Saya melakukan hal itu beberapa kali kepada yang benar-benar kelihatan tidak mampu dan rasanya bahagia sekali. Apalagi jika orang yang kita beri mengucapkan terima kasih. Memang terkadang ada pikiran bahwa ketika membantu orang ada kemungkinan bahwa mereka hanya memanfaatkan kebaikan dan kemampuan kita. Jika memang benar demikian maka biarlah, toh intinya mereka membutuhkan kita. Tidak ada kebaikan yang percuma.
Jadi sebenarnya jika kita menghadap cermin, yang sebaiknya dipikirkan adalah “Apakah hari ini sudah berbuat baik?”, “Sudahkan saya membantu orang lain hari ini?”, Atau “Hidupku masih lebih baik daripada orang lain. Masih banyak orang yang kelaparan dan hidup tidak damai.”. Cermin hanya merefleksikan apa yang benar-benar ingin kita lihat. Tersenyumlah maka yang terlihat di cermin adalah diri yang berbahagia. Tidak bisa melihat diri yang berbahagia jika menghadap cermin sambil cemberut dan memberengut. Bersyukurlah, maka pikiran-pikiran negatif akan hilang. Mari sama-sama mencoba!
Komentar
Posting Komentar