Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"

Gambar
  Kali ini, saya mau membahas satu kata dalam bahasa Jepang yaitu  お納めください. Jadi ceritanya hari ini saya nonton anime baru yang diadaptasi dari Manga yang berjudul "Tondemonai Skill de isekai houroumeshi".  Cerita di versi manganya menurut saya bagus. Gaya menggambar karakternya juga sedikit berbeda dari manga yang lain. Sejauh ini anime nya mirip dengan yang di Manga. Di episode kedua ini, ada satu kata yang menarik perhatian saya. Kata ini ada di adegan saat Ketua Merchant Guild hendak membayar Garam dan Lada milik Mukouda san. お納めください 。Lalu terlihat adegan resepsionis menyerahkan uang.   Arti dari Oosame kudasai ternyata "silahkan diterima (uangnya)". Secara arti kata, osameru 納める berarti : menerima uang, barang, dll, dan menjadikannya milik sendiri. お納めください (oosame kudasai) sama artinya dengan  お受け取りください =  silahkan diterima. Kata ini sangat sering dipakai dalam dunia bisnis.  Berikut adalah cara pakai kata tersebut dalam dunia kerja. (dikutip...

CHANCES

          Di jejaring sosial, teman saya menulis, yang kira-kira dalam bahasa sehari-hari artinya begini , "Jika apa yang saya inginkan belum tercapai itu artinya saya masih ada tempat kosong untuk sesuatu yang lebih baik yang akan datang nanti.". Di tulisan saya terdahulu, saya menceritakan tentang Saya yang terlalu banyak maunya hingga malah membuat pikiran saya jadi semrawut, kacau dan stress. Nah, 'kicauan' teman saya yang diatas itu secara tidak sengaja telah membuat Saya lebih tenang. Saya merespon 'kicauan'-nya dengan menulis seperti ini, "Betul. mungkin belum saatnya dan ada orang yang lebih membutuhkan, walaupun sebenarnya Saya juga 'ngarep banget'". Mengiyakan tapi sebetulnya masih tidak rela dilubuk hati terdalam. Hehehehe.

          Jadi ceritanya begini, bulan lalu, tepat sebulan yang lalu saya membaca lowongan pekerjaan di sebuah situs yang Saya pikir pekerjaan tersebut sangat tepat buat Saya, walaupun sebenarnya itu hanya sebagai alasan untuk pelarian. Saya langsung mengirim semua dokumen dan yakin akan dipanggil wawancara. Disela-sela menunggu kabar lewat telepon, Saya malah sudah membuat skenario bagaimana Saya akan hidup di tempat baru, karena begitu yakinnya. Dua minggu berlalu dan Saya mulai berpikir sebaliknya. Saya gagal. Mungkin karena ini atau karena itu. Buntut-buntutnya saya stress. Akhirnya saya coba berdamai dengan keinginan sendiri. Merelakannya, bahkan ketika kesempatan itu belum mati sama sekali. Sekarang Saya bisa lebih menerima kenyataan, bahwa Saya  tidak memenuhi kualifikasi bahkan untuk sekadar dipanggil wawancara. Nasib.

          Awalnya ketika melihat iklan lowongan tersebut, Saya berpikir bahwa inilah kesempatan Saya. Tapi saat ini Saya sadar, Saya masih punya pekerjaan. Lowongan itu lebih tepat menjadi kesempatan buat  mereka yang belum punya pekerjaan. Tuhan tahu Saya tidak benar-benar membutuhkannya. Ada orang lain yang mungkin sudah stress karena belum mendapat pekerjaan sementara banyak kebutuhan hidup yang harus dipenuhi sementara keuangan semakin menipis. Jadi Saya pikir hasil ini sudah cukup adil.

          Kenapa ketika menemukan sesuatu atau kesempatan yang saya inginkan, Saya berpikir bahwa itu bakal menjadi milik Saya? Serakah? Entahlah. Tapi sepertinya manusiawi jika selalu menilai secara subjektif, dimana Saya yang menjadi subjeknya yang diuntungkan. Hahahaha. Kesempatan memang tidak selalu ada dan harus dimanfaatkan. Tapi sesungguhnya Saya telah menemukan kesempatan Saya dan sekarang kesempatan itu untuk orang lain. Meski menyakitkan, Saya pikir Saya telah menemukan jalan untuk menerima kenyataan dan menyerah untuk  menyangkal dengan pembenaran dan pembelaan yang subjektif. Pembelajaran baik di akhir yang buruk. At least, I have tried. I did disappoint because i failed. But I have learned another lesson for my Live and that reliefing. (N.B : masih sedikit tidak rela sebenarnya. hahaha.)

         

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUCAPKAN なるほど / NARUHODO YANG BENAR

ASSORTED #2

THE GOOD SIDE OF MESSED UP LIVE