Kupikir aku hanya akan membicarakan tentang tema ini sekali saja. Guess, I am wrong. Penyebabnya hanyalah sebuah talk show yang mengungkap perasaan sepasang selebriti yang sekarang sudah menikah dengan mengorbankan pernikahan mereka yang terdahulu. Alasan mereka cuma satu, CINTA.
Cerita mereka mengingatkan akan keluargaku sendiri. Opa dan Oma juga menikah disaat mereka bukanlah lagi seorang pribadi yang masih bujang. Mendengar cerita sepasang selebriti diatas yang melewati masa-masa sulit dimana orang-orang disekitar mereka menghujat dan memaki, aku memikirkan apakah Opa dan Oma juga mengalami hal yang sama? Itu pasti. Bandingkan dengan pasangan selebriti tersebut yang sudah hidup di saat modern sekarang ini, dimana masalah norma dan etika telah begitu longgar, dengan Opa dan Oma yang hidup di kampung beberapa puluh tahun yang lalu. Tekanan sosial pasti sangat berat.
Aku memang tidak berada dipihak yang dikorbankan karena cinta Opa dan Oma. Aku tidak bisa mengerti bagaimana perasaan menjadi anak atau istri atau siapapun yang ditinggalkan. Tapi Aku juga tidak bisa menerima jika ada orang yang menghakimi keputusan Opa dan Oma (jika mereka tidak bersama aku jelas tidak ada). Memang ada banyak pertanyaan yang ujungnya akan menyalahkan keputusan mereka, karena akibat dari perbuatan mereka telah banyak pihak yang dirugikan. Tapi melihat mereka bisa hidup hingga tua dan mati nyaris-hampir bersamaan, Aku sangat bahagia mereka mengambil semua resiko yang ternyata pantas untuk diperjuangkan. Ternyata mereka memang saling mencinta dan tidak jadian hanya karena nafsu atau apapun itu yang sifatnya sementara saja. Terserah orang mau bilang mereka Egois atau apa, Cinta itu sifatnya pribadi, jadi jika bukan tentang kebahagiaan diri sendiri yang dipikirkan, lalu apa?
Seberapa banyak orang yang berani memperjuangkan cinta mereka bahkan mengorbankan semua yang telah didapatkan dengan sesuatu yang tidak pasti bahkan semua orang tidak tahu bagaimana akhirnya. Orang bisa bilang bahwa yang menentukan adalah komitmen untuk terus bersamalah yang membuat pasangan bertahan. Tapi aku percaya, karena aku telah melihat sendiri, bahwa Cinta Sejati tetap ada dan itulah yang bisa membuat sepasang manusia menjadi YAKIN, bahwa semuanya bisa bertahan hingga akhir. Yang jadi pertanyaan bagi semua orang tentunya, bagaimana menilai bahwa cinta yang dimilikinya dengan pasangannya adalah cinta sejati? Karena pada kenyataannya, berjuta pasangan telah tertipu dengan perasaannya yang mengakibatkan perpisahan dan perceraian karena berkhianat atau dikhianati. Well, that is my question also. I Have my good Model on something we called marriage, My Grandparents and My Parents. But that is not enough to make me sure that I will have the same future like them. Not a thought! Maybe because i still not found my TRUE LOVE? I guess we still have so much question about LOVE, right?
hahahah...finally...welcome to the club bro...hahahah...glad to know u finally believe in stupid thing called love...lol...
BalasHapusheheheh,... i just don't know what i am writing. so stupid.
BalasHapus