Ini cerita versi saya, sehingga tidak akan ada kronologis tepat terkait tanggal, hari, bulan, tahun, jam, menit atau detik terkait kegiatan atau kejadian yang akan dibeberkan dibawah ini.
Seingat saya, awalnya ada yang mengajak untuk bergabung ke dalam paduan suara yang akan tampil dalam acara Dies Natalis UNIMA. waktu itu tahun 2001. Jadi nama pertama adalah Paduan Suara Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (dadakan). Kebetulan ada teman sekelas di Bahasa Jepang yang (mungkin) pernah mengikuti acara serupa tahun sebelumnya, karena dia adalah anggota sanggar Paduan Suara di Manado sehingga bisa dengan cepat direkrut untuk tampil. Jadi dikelas bahasa Jepang ada 7 orang termasuk saya (kalau tidak salah) yang ikut. 7 orang ini nantinya akan eksis terus selama 5 tahun lebih di PSM UNIMA termasuk 1 orang tambahan. Total 8 orang. Sebenarnya bisa lebih tapi ada yang berhenti di tengah jalan. Ada juga teman "se-kampung" di Kiniar yang ikut, kira-kira ada 4 atau 5 orang termasuk saya, tapi mereka dari jurusan Bahasa Inggris dan Seni Musik. Kalau jurusan Seni Musik, mereka setengah diancam tidak lulus mata kuliah kalau tidak ikut berpartisipasi. Hahahaha.
Jadi singkat cerita, latihan dimulai di gedung Jurusan Seni, selesai kuliah. Terasa sedikit aneh bagi saya karena terakhir ikut paduan suara, waktu SD kelas 6,... jadi ada sekitar 9 tahun saya tidak lagi terlibat dan baru latihan vokal Tenor yang sebenarnya di kampus. Waktu SD cuma dibagi suara 1, 2 dan 3. Saya merasa tersiksa. Kita diharuskan mencapai nada tinggi dengan bersih, like Pavarotti or Bocelli. Suara saya malah tercekik beberapa kali karena teknik yang salah. Sungguh latihan vokal itu tidak gampang. Stress. Tapi waktu itu bisa sedikit lega karena kita masih bisa bercanda. Terlalu sering malah sehingga vokalnya tetap"basah dan becek".
Dari acara Dies Natalis inilah akhirnya semua yang ikut setuju dan sepakat untuk membentuk Paduan Suara Fakultas Bahasa dan Seni atau kerennya disingkat PSM FBS (ini yang versi resmi). Anggotanya banyak. Kita latihan rutin dan mulai mengikuti sejumlah lomba, meskipun hanya sekali masuk peringkat ke tiga. Lama kelamaan anggota mulai terseleksi alam dan menyusut. Walaupun begitu pada tahun yang sama juga mahasiswa baru turut bergabung dan diantaranya, teman-teman "se-kampung" juga. (Viva Kiniar).
Awalnya pelatih kita cuma satu orang, namun bertambah hingga 4 orang. Organisasi pun dibentuk dan berubah nama menjadi Paduan Suara Mahasiswa Universitas Negeri Manado (PSM Unima). Target pertama mengikuti Pesparawi Mahasiswa Nasional di Kupang, NTT, 2002. Saya tidak tergabung dalam tim karena membangkang, tidak mengikuti seleksi resmi. Selain saya ada dua teman lain yang menjadi cadangan jika tim Inti ada yang mundur. (awalnya mereka bilang tidak perlu seleksi karena kita anggota awal dari PSM FBS) Well, saya rasa alasan sebenarnya. karena keikutsertaan ini adalah yang pertama kali setelah sekian tahun sehingga dana dari rektorat hanya bisa untuk tim Inti. Istilah lainnya terbatas. Poor me. Sakit hati but that's ok. I take it as my fault. Walaupun tidak berangkat saya tetap latihan supaya tidak ketinggalan teknik vokal dan dalam hati semoga ada yang mundur sehingga saya bisa menggantikan, hahahhaha. Teman-teman berangkat ke Kupang dan saya mengalihkan kegiatan ke yang lain, masih berhubungan dengan menyanyi. PSM Unima pulang tanpa gelar juara waktu itu. Tapi yang membuat iri adalah cerita dan pengalaman mereka disana. *bersambung*
hahahahahahahahaaa......
BalasHapusit takes so much time if i have to write it more details. It will become Novel. but i'll try. thanks for the comments
BalasHapus