Learning
Melihat hanya dari sisi positif atas sesuatu hal, bagiku nyaris tidak mungkin. Kenapa? Karena aku tumbuh dewasa dengan tudingan, kecurigaan, omongan jelek dan juga intimidasi. Jika orang selalu mengatakan yang kurang baik tentangmu didepan hidungmu, maka perlahan tapi pasti, kau akan mulai memperhatikan kekurangan yang dimiliki orang lain, membandingkan dengan dirimu dan kemudian sebagai cara meningkatkan self-esteem dan self-confidence, kau menganggap mereka sama kurangnya atau bahkan benar-benar kurang.
Jika melihat orang lain begitu percaya diri tampil menyanyi atau memperagakan sesuatu didepan publik namun tidak bagus menurut penilaianku, maka aku akan segera menghakimi mereka. Jika ada teman yang salah menyebutkan sesuatu, maka dengan cepatnya aku mengirimkan kritikan. Aku senang mentertawakan kebodohan seseorang. Aku juga sangat senang membahas tentang kelakuan jelek seseorang yang aku tidak suka, lengkap dengan pengamatan ilmiah dan semua argumen serta bukti hingga orang yang mendengar akan yakin bahwa orang itu sedemikian buruknya, seperti yang kugambarkan. They didn’t know if the evil is me. Aku hanya tertarik pada sisi negatifnya, kejelekan dari suatu hal.
Beberapa teman memberi kritik dengan berani. Tapi menurutku, hal itu dilakukan karena mereka telah bosan mendengar ceritaku yang isinya tidak lain hanya menceritakan kejelekan orang lain. Dalam hati mereka pasti sudah berteriak “Hentikan omong kosong itu. Kau tidak lebih baik dari mereka!”. Tapi entah kenapa aku tidak pernah berhenti. It feels good to me. Kind of Revenge? Maybe. Entah mulai kapan, aku menyadari bahwa kelakuanku sudah membuat orang lain tidak nyaman. Aku merasa bersalah.
Meski apa yang kukatakan adalah kebenaran, tapi sungguh tidak semua orang berpikiran sama atau mengerti alasan dibalik aku mengatakan atau melakukan semua itu. Aku mulai berubah. Tidak mudah tidak gampang. Susah. Mungkin inilah gunanya menjadi dewasa. Menyadari kesalahan dan mencoba memperbaiki. Sebisa mungkin aku menahan keinginanku untuk mengkritisi kesalahan penulisan di twitter atau FB milik teman, sebisa mungkin hanya tertawa dalam hati untuk setiap kebodohan yang begitu terasa lucu bagiku, serta mencoba membantu orang lain tanpa menyerang atau menyudutkan terlebih dahulu atas salah yang dibuatnya. Yang terutama adalah mencoba mengambil sisi positif dan mengabaikan sisi negatif yang begitu kuat ingin tampil dibagian depan pikiranku, siap mendeklamasikan dogma-nya.
Tidak pernah gampang merubah sesuatu hal yang sudah begitu mengakar di setiap pembuluh darahmu selama puluhan tahun. Begitu juga mengubah anggapan orang tentangmu meski kau sudah berubah sedikit atau sedikit banyak. Tapi sekali lagi, tidak ada yang percuma jika yang kau lakukan adalah demi kebaikan diri sendiri dan untuk banyak orang lain. Tidak ada gunanya menyinggung orang lain karena yang dituai hanyalah salah paham dan amarah. Yang terjadi sekarang adalah aku yang merasa jengkel melihat orang lain bersikap sama seperti diriku yang dulu. Membuatku merasa buruk dan bersalah. Well, i am still working on to be a better person.
keep up the good intention...they don't have any freaking right to judge bradee...especially the bad kind of judgement...ignore them...if we try to please every one imagine how long it will take...here i am spamming in every posting :p
BalasHapusI understand that. but to remove some the bad of me is also a must. wkwkwkkw. Not gonna live in other expectation also.
BalasHapus