Pikiran ini sebenarnya sudah lama ada tapi timbul tenggelam di alam bawah sadar Saya. hehehehe... Dimulai dari perkataan seorang sahabat, bahwa beberapa artis luar negeri mempunyai lagu-lagu yang keren justru pada saat mereka patah hati. misalnya Justin Timberlake dengan beberapa lagu patah hatinya yang menurut penilaian ditulis karena berakhirnya cinta Justin terhadap Britney Spears. Lalu sekarang ada Adele yang sukses luar biasa karena lagu-lagu patah hati. Kemudian, Gotye, penyanyi asal Australia yang mendunia berkat single "somebody that i used to know", yang lagi-lagi dengan lagu patah hatinya (Mungkin semua orang didunia sedang terkena virus "galau"). Lagu-lagu bahagia dan senang memang banyak, tapi yang menyentuh dan lebih diingat adalah lagu-lagu galau. Kenapa? Mungkin ini hanya menurut Saya, tapi seperti halnya kesenangan dan masalah, coba diingat lagi moment yang manakah yang lebih mudah diingat oleh kita semua? pasti moment yang penuh duka dan perjuangan. Yang pahit itu lebih meresap dari yang manis. (eeaaa)
Dalam kehidupan Saya, masalah lebih banyak dari yang menyenangkan. Tapi herannya, itulah yang membuat Saya hidup. Saya berterima kasih karena disaat orang lain masih dibuai dengan kesenangan Saya telah belajar banyak dari masalah hingga Saya merasa senang dan menikmati setiap kebahagiaan yang datang walau hanya sekejap. Masalah membuat kebagiaan yang datang terasa sangat berarti. Apa yang terjadi jika Saya hanya merasa bahagia dan senang setiap saat? Saya tidak akan merasakan kebagiaan itu berarti. Itu akan lebih terasa seperti hal yang biasa saja. Dan ketika masalah datang? Pasti seperti neraka rasanya meski sebenarnya masalah itu hanya masalah kecil. Jadi, Saya sebenarnya maju beberapa langkah dibandingkan mereka yang cuma merasa senang saja.
Tapi sebenarnya yang terpenting adalah tidak menyerah dengan keadaan. Adele bisa saja menyerah setelah ditinggal pergi pacarnya dan tidak membuat album ke-2 karena begitu menyesapi moment-moment kepedihannya. Tapi yang dilakukannya adalah menyiasati hatinya yang luka (bukan lirik lagu Betaria Sonata), dengan menulis lirik berdasarkan pengalaman pahitnya. Dan siapa sangka albumnya sukses luar biasa? Kuberi contoh yang lain. J.K. Rowling bisa saja bunuh diri karena masalah keuangan dimana selain dirinya dia masih harus menghidupi anaknya juga. Tapi yang dilakukannya adalah menulis sebuah cerita tentang anak kurang beruntung yatim piatu, disebuah cafe kecil. Siapa mengira ceritanya menjadi novel 7 seri yang terlaris didunia dan membuat dirinya menjadi penulis terkaya bahkan katanya lebih kaya dari Ratu Elizabeth II.
Mungkin tidak setiap orang diberikan ketrampilan atau kepandaian luar biasa, tapi menurut Saya, setiap orang telah diberikan bekal yang cukup untuk bertahan hidup. Seberapa banyak orang yang awalnya bahkan tidak dianggap sebagai 'apa-apa' oleh orang-orang tapi bisa berhasil dan menjadi 'apa-apa'. Yang dibutuhkan hanyalah keinginan untuk merubah keadaan dan mengeluarkan kemampuan diri. Berdiam diri dan menunggu tidak akan menghasilkan apa-apa. Tidak mengapa jika harus patah hati atau berada dalam masalah terlebih dahulu untuk mencapai keberhasilan. Karena sebenarnya dalam keadaan terjepit itulah manusia bisa mengeluarkan kemampuannya hingga batas maksimal. Live is about STRUGGLE. Tapi tulisan ini tidak menyarankan untuk mencari masalah dan patah hati. Reader Discretion is advice. (^-^)
like this like this like this.....
BalasHapusthank u my only loyal commentator.... hehehhehehe. FIGHTING.
BalasHapusTulisannya bagus banget bro richard.. bisa nyemangatin yg baca, apalagi yg semwntara berjuang mengalahkan masalah.. yang pasti masalah adalah sahabat hidup, selalu ada di setiap saat.. dalam keadaan siap atau tidak siap masalah selalu mengintai.. mau gak mau, masalah harus dijadikan teman.. karena segala masalah dan kesulitanlah yang membuat keberhasilan dan kebahagian menjadi begitu berarti.
BalasHapusthanks for the comment, bro derby! u damn right.
BalasHapus