Saya adalah orang yang tidak bisa diam. Jika saya diam terlalu lama, dalam artian tidak bicara dan tidak bergerak, itu artinya saya telah meninggal. Bahkan dalam tidur pun Saya tidak bisa diam. Hiperaktif? Mungkin saja. Jika artinya terbatas dalam hiperaktif maka itu biasa. Tapi yang tidak habis kupikirkan adalah kenapa Saya juga tidak bisa diam dalam kehidupanku sendiri. Memang ada orang yang mengambil jalan hidup mereka dengan tidak membiarkan mereka hidup dalam garis aman, alias Anti-Kemapanan. Bagi mereka, kemapanan akan membatasi mereka dalam menikmati hidup. Apalagi gunanya hidup jika semuanya sudah ada di kehidupanmu? Hidup itu berjuang, bagi mereka. Tapi bagi Saya, garis aman adalah yang saya rindukan salama ini. Dari dulu Saya selalu berjuang dan kini kupikir sudah seharusnya menikmati hidup dengan minim masalah dan maksimum kesenangan.
Tapi yang begitu ternyata tidak ada. Inilah kenapa Saya tidak ingin menjadi dewasa dan tua. Yang dipikirkan sekarang hanyalah masalah. Masalah masa lalu yang terus menghantui, masalah sekarang yang belum selesai dan kekhawatiran akan masalah yang bisa timbul di masa depan. Banyak orang “BIJAKSANA” di jejaring sosial yang mengatakan bahwa sebaiknya yang lalu dan yang akan datang tidak usah dipikirkan. Gampang bicaranya, tapi kenyataannya tidak bisa begitu. Hari ini bisa saja menjadi orang super bijaksana, tapi hari yang lainnya dimana ada masalah, pikiran njelimet? Tiga hantu itu akan datang dipikiranmu tanpa diminta dan tidak bisa diacuhkan.
Saya dengan keyakinan yang kuat, yakin dan percaya; pada awalnya, mengambil keputusan dimana Saya berpikir jika hal yang kulakukan berhasil maka untuk sementara aku bisa tenang dan bisa mengatasi masalah yang ada. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Seminggu sudah hari-hariku kacau dan Saya tidak bisa konsentrasi kerja, karena sibuk memikirkan semua kemungkinan yang semuanya mengarah ke kegagalan. Firasatku mengatakan begitu bahkan sebelum hasilnya benar-benar keluar. Saya menyadari, tidak bisa begini terus. Saya mengacaukan hidupku karena caraku sendiri. Lebih jelasnya, pikiranku membuatku Gila.
Saya pun membuat dan merancang sebuah plot (disertai dengan para pelaku antagonis dan protagonis dan argumen dan bukti), yang membuat diriku sendiri yakin bahwa aku telah gagal. Memang sedikit ekstrem dan aneh karena merusak mimpi dan harapan diri sendiri. Tapi setidaknya dengan begini Saya bisa untuk sementara kembali fokus ke kehidupan lamaku dan tidak lagi memikirkan masa depan yang kuharapkan bisa secerah matahari pagi. Setelahnya, saya menghibur diri sendiri di mall, Makan, nonton film blockbuster dan membaca novel. Tidak lupa, curhat ke teman dekat. Walaupun tidak benar-benar melupakan semuanya tapi usaha ini cukup berhasil. Saya memang aneh, merusak kenyataan dengan keinginan dan harapan dan kemudian menghancurkannya sendiri. Kehidupanku yang sekarang sudah lebih dari cukup dibanding dengan orang lain. Apalagi yang kucari? Entahlah, saya juga bingung.
Dulu temanku pernah mengatakan bahwa Saya adalah tipe orang yang banyak maunya. Pikiranku adalah nerakaku. Dia benar. Mungkin orang tipe Patrick dan Spongebob, jika ada, adalah yang paling bahagia di Dunia ini. Begitu sederhananya pikiran mereka hingga selalu bahagia. Yang jadi pertanyaan, sampai kapan Saya akan bermain-main dengan pikiranku? Mungkin semadi harus menjadi rencana kegiatan ekstrakurikuler di masa depan. To find Tranquilty of my live and my Mind. Sudahlah, cukup memikirkan masa depan. Mungkin jalan yang diambil belum tepat dan belum berkenan di hadapan-Nya. Semoga nanti ada pencerahan. Amin.
hahahha....u are so complicated my bro...take it easy lah...life is hard enough don't waste time by hardening it more lah...there are patrick, spongebob and don't forget squidward type of person...lol...
BalasHapusQt noh yg squidward. Cuma masih lebih berbahagia drpd makhluk laut itu. Wkwkwkwkwkwk
BalasHapushahahahah...life is too short to be anything but happy bro...to tell the truth kita lei squidward...mar i masked it up with spongebob and patrick casing...lol...
BalasHapus