Jika ada yang bertanya padaku, kenapa saya lebih suka jalan-jalan sendiri atau setelah tiga tahun berada ditempat yang sekarang Saya bahkan tidak punya seseorang yang bisa kusebut Sahabat, maka jawabannya adalah aku tidak tahu. Semua orang tidak mau sendiri atau merasa sepi. Begitu juga dengan Saya. Tapi entah kenapa sekarang ini, sifat Saya berubah. Dahulu, Saya dengan percaya diri bisa melakukan pendekatan terlebih dahulu untuk bisa punya teman. Tapi akhirnya aku tobat karena lebih banyak membuatku sakit hati. Saat ini saya lebih memilih menunggu atau bahkan menolak jika firasatku tidak setuju. Hasilnya, saya dicap sombong.
Saat ini Saya sedang hidup sendiri. Memang kesendirian ini, pada awalnya, membawa kelegaan. Tapi perlahan Saya mulai sadar bahwa hal ini tidak baik. Kadang-kadang Saya berbicara sendiri untuk mengusir kesepian. Gila? Di sebuah tulisan di internet, berbicara sendiri dalam kadar yang masih normal, bisa membuat stress hilang. Asalkan Saya masih sadar dan tidak membawa teori ini menjadi kebiasaan dan berlanjut ke tempat publik, maka Saya baik-baik saja. Saya juga berusaha menjaga hubungan dengan keluarga dan
teman. Mereka adalah pegangan Saya untuk tetap merasa terhubung dengan
dunia dan tidak merasa sepi.
Sahabat-sahabatku, yang semuanya berada di tempat jauh, bilang bahwa jika saya begini terus maka hasilnya adalah teman tak punya, jodohpun jauh. Tapi dalam hati Saya yakin bahwa keadaan ini tidak akan selamanya. Saya tetap percaya bahwa orang-orang yang terhubung dalam kehidupanku bukanlah ada karena kebetulan. Mereka dikirim untukku, supaya Saya tidak sendirian. Bahkan teman yang buruk ada karena bertujuan membuat hidup lebih 'ramai'. Kesepian lebih mengerikan daripada kematian. Aku pernah merasakannya. Merasa kesepian saat bahkan sedang berada di keramaian. Itu perasaan yang mengerikan. Saya jadi mengerti kenapa banyak orang bunuh diri karena alasan "kesepian". Perasaan ini memang bisa membuat hidup berasa tidak berarti lagi. Tak ada orang yang bisa diajak berbagi. Apa artinya mempunyai
segalanya tapi tidak ada teman atau orang dekat untuk berbagi. Dalam kesusahan tapi begitu
banyak orang yang memperhatikan dan menyayangi, rasanya lebih berjuta
nilainya.
Menjadi perantauan memang membuat hidup sedikit susah. Homesick selalu datang tanpa diminta. Saat ini bahkan lebih tersiksa karena jejaring sosial memamerkan dengan sengaja bagaimana teman-teman yang berada di kampung halaman selalu berkumpul dan bersenang-senang. Tapi beginilah hidupku. Saya tidak ingin mengeluh. Saya yakin keadaanku masih lebih baik dari orang lain. Aku masih punya keluarga dan teman meski kebanyakan dari mereka berada jauh. Tapi Saya masih bisa menemui mereka tiap akhir tahun. yang terpenting selalu berpikir bahwa Saya tidak sendiri. Itu bisa membuat semuanya berjalan lebih baik dan tetap waras.
#backsong
BalasHapuskami adalah pria2 kesepian...jauh dari rumah dan ditinggalkan cinta..coba dengar keluhan kami...pria kesepian...
wkwkwkkwkw
mmmmmmmmmmm.......... *thinking
BalasHapus