Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"

Gambar
  Kali ini, saya mau membahas satu kata dalam bahasa Jepang yaitu  お納めください. Jadi ceritanya hari ini saya nonton anime baru yang diadaptasi dari Manga yang berjudul "Tondemonai Skill de isekai houroumeshi".  Cerita di versi manganya menurut saya bagus. Gaya menggambar karakternya juga sedikit berbeda dari manga yang lain. Sejauh ini anime nya mirip dengan yang di Manga. Di episode kedua ini, ada satu kata yang menarik perhatian saya. Kata ini ada di adegan saat Ketua Merchant Guild hendak membayar Garam dan Lada milik Mukouda san. お納めください 。Lalu terlihat adegan resepsionis menyerahkan uang.   Arti dari Oosame kudasai ternyata "silahkan diterima (uangnya)". Secara arti kata, osameru 納める berarti : menerima uang, barang, dll, dan menjadikannya milik sendiri. お納めください (oosame kudasai) sama artinya dengan  お受け取りください =  silahkan diterima. Kata ini sangat sering dipakai dalam dunia bisnis.  Berikut adalah cara pakai kata tersebut dalam dunia kerja. (dikutip...

ANGER & PEACE

          Hari ini Saya membaca dua artikel dari koran nasional yang sudah lewat beberapa hari. Artikel yang isinya saling berlawanan menurut pendapat Saya. Yang satu menceritakan tentang mereka yang berhasil menemukan arti kebahagiaan hidup dan satunya lagi menceritakan tentang bagaimana seseorang yang tidak bisa mengendalikan emosi yang muncul meski hanya karena hal yang kecil. Pribadi yang damai dan Pribadi yang meledak-ledak. Mungkin itu intinya.

          Ketika mengembalikan dua cerita diatas kepada diri sendiri, Saya mendapati kasusnya sedikit berbeda. Saya pernah menjadi orang dengan emosi yang tidak terkontrol pada beberapa waktu. Yang terakhir, sangat parah. Itu  pertama kali Saya menggunakan kekuatan fisik untuk melepaskan amarah. Benar-benar meledak. Sebenarnya Saya bisa saja memilih untuk menahan diri tapi Saya membiarkan emosi mengambil alih karena berpikir bahwa berbicara tidak lagi bisa membantu memecahkan masalah. Dan emosi itu sebenarnya sudah dipendam agak lama dan menumpuk. Sangat melelahkan pada akhirnya dan sadar telah menjadi orang yang buruk. 

          Memendam dan menumpuk emosi seperti menyimpan bara api dalam sekam. Tinggal menunggu tumpukan kayu dan tiupan angin agar apinya menyala. That's me!  I feel bad about that. Pernah saya marah terhadap teman karena kebetulan dialah yang menjadi "tumpukan kayu dan tiupan angin" yang membuat "bara" emosi saya menyala. Saya menimpakan semua kemarahan saya kepadanya lewat pesan di Group BBM. Sungguh memalukan dan tidak dewasanya saya. Memang dia juga memberi alasan yang tepat buat saya marah tapi setelah semuanya saya ungkapkan, saya merasa bersalah dan merasa menjadi "bad person". Untunglah dia sangat dewasa dan memaklumi semuanya. Sejak saat itu dia meminta Saya agar bicara kepada siapa saja yang bisa diajak bicara agar masalah saya tidak menumpuk. Saya  lebih merasa bersalah karena kedewasaannya.

         Beberapa tahun lalu, Saya mengenal orang yang emosinya tidak terkontrol. Penuh kejutan. I don't like it. Suatu saat dia masih tertawa-tawa dan di detik berikutnya dia bisa meledak hanya karena tersinggung oleh hal kecil. Mengerikan (pesan yang sama mungkin tersampaikan kepada orang yang terkena amarah saya). Orang yang sudah terbiasa berada disekitarnya mungkin bisa memaklumi. Tapi bagaimana buat mereka yang baru saja mengenal?  Sampai akhirnya Saya capek dan memililh menjauh, bahkan itu menjadi salah satu alasan kenapa saya pindah kerja. Saya dan dia tidak lagi berteman sekarang ini. Dia pernah meminta pertemanan di FB tapi tidak saya gubris. Banyak alasan kenapa saya tidak mau lagi berteman dengannya. (Another story, I guess?)

            Keputusan untuk tinggal sendiri alias ng-kos sebenarnya diambil karena Saya tidak tahan menjadi orang yang selalu ngomel-ngomel. Tidak sehat. Saya mengomel demi sesuatu yang benar tapi sekaligus marah karena niat itu diterima salah. Setelah itu Saya sadar, menjadi orang tua tidak gampang. Sekarang Saya sudah lebih damai. Mencoba menikmati hidup, sebelum membaginya kepada orang lain. Baru sebulan lebih Saya tinggal sendiri tapi saya telah menikmatinya lebih dari yang saya kira. Sepertinya hidup yang sekarang lebih terarah dan punya tujuan. Saya juga lebih tenang, baik pikiran dan perilaku. Dalam hati Saya sering berpikir, sampai kapan hal baik ini berlanjut? Semalam, seorang sahabat menanggapi, Ketenangan dan Ketentraman ini sebaiknya dinikmati saja dahulu karena masalah bisa datang kapan saja. Dinikmati sampai "tersesat" juga  tidak apa-apa. Lost in Peacefulness, katanya. Baiklah, nikmati saja "happiness" ini.        

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUCAPKAN なるほど / NARUHODO YANG BENAR

ASSORTED #2

THE GOOD SIDE OF MESSED UP LIVE