Hal yang paling tragis dan tidak mengenakkan dalam suatu hubungan adalah pengkhianatan. Ada beberapa orang yang menulis perasaannya dijejaring sosial, kira-kira bunyinya seperti ini, "Kenapa orang yang terdekat dengan kita malahan yang sering membuat kita sakit hati?". Pernah menanyakan hal ini kepada diri sendiri? Saya pernah, terlalu sering malah. Tapi sekarang tidak lagi. Mungkin karena semakin dewasa (saya menjauhi penggunaan kata TUA). Selain karena semakin dewasa, saya berhenti mempersoalkannya karena saya tahu hal ini akan terus terjadi. Jadi kenapa harus repot-repot. Saya tidak bermaksud bahwa saya menikmati dikhianati, tapi lebih ingin menikmati hidup tanpa harus bertanya-tanya kenapa mereka tega melakukan hal ini atau hal itu.
Pacaran, Perkawinan, Keluarga dan Persahabatan. Dalam tiga hal inilah biasanya pengkhianatan tersebut terasa bagai tulang ikan yang menyangkut di tenggorokan dan tidak mau lepas. Menurutku berkhianat itu bukan hanya terjadi ketika seorang istri atau suami mempunyai seorang yang lain, atau pacar yang mempunyai kekasih lain atau teman yang mengambil pacar teman sendiri. Berkhianat juga adalah ketika mengecewakan orang lain. Jelas bahwa orang-orang terdekatlah yang selalu membuat kecewa atau dikecewakan. Karena dengan merekalah semua orang menjalin perasaan dekat yang kuat. Pengkhianatan adalah pelanggaran dari kepercayaan yang diberikan. Kepercayaan diberikan hanya kepada orang dekat. Jadi jelas 'kan? Malah aneh kalau yang mengecewakan atau dikecewakan adalah orang yang tidak dikenal.
Sejarah mencatat bahwa banyak tokoh terkenal yang meninggal sangat dramatis karena perjuangan mereka gagal oleh pengkhianatan dari orang terdekat. Untuk kisah lokal, Pejuang betawi, Si Pitung menurut salah satu versi yang dibuat film, meninggal karena pengkhianatan temannya sendiri (ada versi lainnya juga). Pejuang Skotlandia yang berjuang melawan Inggris, William Wallace yang diperankan oleh Mel Gibson di Braveheart, tewas digantung karena perjuangannya dikhianati oleh teman-teman yang awalnya berjuang bersama dia. Yang paling tragis adalah kisah pengkhianatan Yudas kepada Tuhan Yesus. Dia ditukar hanya dengan 30 keping perak.
Apapun alasan pengkhianatan, sangat tidak benar karena melanggar kepercayaan. Apa harus juga menyalahkan kepercayaan itu sendiri? Jika kepada teman atau keluarga sudah tidak bisa percaya lalu hidup seperti apa yang harus dijalani? Selalu curiga kepada semua orang, cuma karena tidak ingin dikecewakan atau disakiti hanya akan membuat hidup menjadi tidak tenang, selain tidur tidak nyenyak dan stres, tentunya. Karena itulah saya memilih untuk hidup dengan ancaman bisa dikhianati kapan saja. Menyakitkan memang, tapi tidak mengapa. Saya hanya harus bisa memaafkan agar semua terasa lebih mudah. Tapi benar-benar memaafkan juga bukan perkara gampang. Memaafkan tapi tidak melupakan rasanya sama saja. Benar-benar hidup adalah perjuangan, Fisik dan mental. Semoga bisa lebih bijaksana.
Komentar
Posting Komentar