Atarashi kotoba "OOSAME KUDASAI"

Gambar
  Kali ini, saya mau membahas satu kata dalam bahasa Jepang yaitu  お納めください. Jadi ceritanya hari ini saya nonton anime baru yang diadaptasi dari Manga yang berjudul "Tondemonai Skill de isekai houroumeshi".  Cerita di versi manganya menurut saya bagus. Gaya menggambar karakternya juga sedikit berbeda dari manga yang lain. Sejauh ini anime nya mirip dengan yang di Manga. Di episode kedua ini, ada satu kata yang menarik perhatian saya. Kata ini ada di adegan saat Ketua Merchant Guild hendak membayar Garam dan Lada milik Mukouda san. お納めください 。Lalu terlihat adegan resepsionis menyerahkan uang.   Arti dari Oosame kudasai ternyata "silahkan diterima (uangnya)". Secara arti kata, osameru 納める berarti : menerima uang, barang, dll, dan menjadikannya milik sendiri. お納めください (oosame kudasai) sama artinya dengan  お受け取りください =  silahkan diterima. Kata ini sangat sering dipakai dalam dunia bisnis.  Berikut adalah cara pakai kata tersebut dalam dunia kerja. (dikutip...

STRONG

          Saya menonton sebuah drama Amerika yang tayang sekitar 4 tahun lalu dan ada kalimat seperti ini, " When you are far from the people who you love and care to you, You realize that you have to be strong". Setuju sekali. Saya sedikit bisa membanggakan diri dalam hal ini. Saya mohon pengertiannya dan biarkan saya menikmati kebanggaan ini untuk sementara karena Saya hanya punya sedikit hal yang bisa dibanggakan. :D

          Entah kenapa ketika mendengar kalimat diatas tersebut, yang terpikirkan adalah bagaimana sebenarnya sampai saya bisa menempatkan diri saya sebagai seorang yang "Kuat". Kuat disini bukan dalam artian saya bisa mengangkat seekor sapi dewasa atau menarik truk dengan gigi, tapi lebih pada bagaimana saya bisa bertahan hidup sendiri sampai sekarang.

          Proses menjadi kuat  tidak mungkin didapat secara instan. Kuat secara mental ataupun jasmani butuh proses lama dan latihan berulang-ulang. Jika melihat seorang di acara TV, yang  mencoba menarik truk dengan giginya,  yang saya pikirkan adalah latihan fisik seperti apa yang dilaluinya dan apa yang dimakannya hingga bisa kuat seperti itu. Berapa gigi yang goyang atau copot sebelum dia akhirnya yakin bisa menarik truk dengan giginya yang masih tinggal? Pasti lama. 

          Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk bermental baja? jawabnya mungkin  bukan berapa lama tapi berapa banyak masalah yang dihadapinya. Yang jelas menghadapi masalah tidak selesai dalam waktu singkat. Bahkan selama hidup. Orang yang berhasil berarti orang yang sukses mengatasi masalahnya dan masih berjuang mengatasinya. (menurutku sih)

          Lalu apa hubungannya dengan kalimat bahasa Inggris di paragraf pertama dengan proses menjadi kuat? Kalimat diatas sebenarnya tidak berlaku pada setiap orang. Tapi jika memang ingin menjadi kuat seperti itu, cobalah untuk merantau. Kau akan sadar bahwa tidak ada orang yang bisa diandalkan selain diri sendiri. Jika tidak kuat Jasmani dan Mental maka  bisa mati di tanah rantau. Keluar dari daerah aman, dalam hal ini jauh dari keluarga dan teman-teman, bukanlah hal yang mengenakkan. Tahun-tahun pertama seperti neraka. Memang ada teman-teman baru, tapi tidak seperti teman-teman di kampung yang sudah kau kenal dengan baik.

          Coba diingat apa yang akan terjadi jika berada terus diantara keluarga dan teman? Mereka memang membuat saya kuat karena terus didukung secara langsung. Tapi sebenarnya hal itulah yang membuat lemah. Saya terus berharap dukungan keluarga dan teman disaat saya susah.  Ketika berada di tempat asing, saya dengan terpaksa mengeluarkan kemampuan saya hingga diluar batas supaya saya bisa bertahan, baik secara mental maupun jasmani, karena tidak ada yang bisa saya andalkan. Tidak boleh menyerah dengan keadaan. Jika menyerah artinya saya kalah dan harus pulang. Itu kalau punya uang supaya bisa pulang. Kemungkinan terjelek adalah menjadi pengemis atau mati percuma.

          Dalam kasus saya, sebelum memisahkan diri dengan keluarga dan teman-teman tercinta, jauh sebelum itu sebenarnya  secara tidak saya sadari, orang tua saya telah melatih dan memberi bekal yang cukup untuk bertahan hidup. Saya diajarkan bagaimana saya bisa mengurus diri saya sendiri. Percayakah bahwa kemampuan memasak dan pekerjaan rumah tangga  yang saya pikir tidak ada apa-apanya, bisa membuat saya bisa bertahan hidup di Jakarta selama 8 bulan tanpa pekerjaan? Memang saat itu saya masih punya tabungan. Tapi bayangkan 8 bulan di Jakarta dengan uang tidak seberapa. Masuk bulan ke tiga saya pasti sudah menggelandang kesana kemari.

          Dulu saya berpikir bahwa mencuci perangkat makan, menyapu, membersihkan rumah, memasak, menjahit, binatu, menyetrika, pergi ke pasar dan selusin lainnya adalah pekerjaan perempuan dan tidak ada gunanya selain melelahkan dan membuang waktu bermain saya. Tapi orangtua saya selalu bilang seperti ini, "kalau kamu tidak bisa mengerjakan hal sepele seperti ini, bagaimana nanti kamu sudah dewasa dan mungkin akan merantau?" Apa yang akan terjadi pada saya sekarang ini jika dulu saya membantah apa yang diperintahkan orang tua saya? 

          Sekarang yang saya lihat semua itu adalah "emas". Diujung cemeti ada emas. Sekarang saya tahu apa peribahasa itu. Bangga? Sedikit. Lebih banyak bersyukur bahwa saya tidak menyia-nyiakan ajaran orangtua saya dan mau bersusah payah melatih diri saya dengan pekerjaan sepele itu yang ternyata membuat saya menjadi "kuat". Bagi saya KUAT itu berarti bisa mengurus diri sendiri. Tidak terlalu bergantung pada orang lain dan sebisa mungkin bisa diandalkan oleh orang lain. Tapi saya memang tidak bisa hidup tanpa keluarga dan teman-teman terbaik saya. Tanpa dukungan mereka saya bukan apa-apa. Satu yang terutama, Jika kau punya Tuhan dimana kau letakkan semua imanmu, semuanya pasti bisa teratasi. Something to hold on beyond your own little power, GOD.

Komentar

  1. Totally agree!!!

    But price to pay for being 'strong' is loosing friends whom u always thought you're best friends.

    Absence makes heart grow fonder...or in my case...further...

    Sad..but reality bites!!!

    BalasHapus
  2. for some friends it happen just like you said. but i think the "distance" show how true your friends are. Every time i back to my home town, my best friend is just the same. we even don't feel being separate for a year. more topics to chat. hehhehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUCAPKAN なるほど / NARUHODO YANG BENAR

ASSORTED #2

THE GOOD SIDE OF MESSED UP LIVE