Mulai bulan ini Saya akan memasukkan artikel tentang makanan yang sering saya buat di tempat kos. Begitulah, hidup sendiri membuat saya jadi lebih mahir untuk berhemat dan menyiasati hidup agar tetap hidup dan sehat. Kalau semua dibeli, selain saya jadi bangkrut, dari sisi kesehatan dan keamanan tidak terjamin.
Menu bubur yang akan saya paparkan berikut ini sudah banyak dimuat. Tapi sebagai orang Minahasa, saya dengan bangga mempersembahkan kembali Tinutuan versi modern, versi saya. berhubung ada bumbu yang tidak bisa saya dapatkan maka mau tidak mau cukup puas dengan bumbu yang ada. Cara memasak juga saya akali karena berhubung di tempat kos tidak ada wadah yang cukup besar yang muat jika saya memasak Tinutuan versi aslinya alias Tinutuan yang direbus.
Setelah 4 bulan saya nyaris tidak pernah memasak sayuran untuk pencernaan saya, maka hari sabtu kemarin saya memutuskan membuat Tinutuan. Agak ragu-ragu karena selama ini saya tidak pernah mendapatkan daun kunyit di pasar tradisional di Makassar. Dulu pernah tanya sama penjual bumbu dan sayuran tapi yang saya dapatkan hanyalah raut wajah bingung dengan alis sedikit diangkat dan mulut yang terbuka. Saya tidak pernah bertanya lagi.
Bahan yang dibeli yaitu, Jagung, Labu kuning, Ubi Talas (untung dapet. langka barang ini). Ditambah beras, bahan-bahan ini nantinya akan dibuat bubur. Bumbunya, Daun bawang, Kemangi, Sereh, bawang putih dan bawang merah, Tomat dan Cabe rawit. Karena tinutuan versi ini adalah versi tumis, maka bawang putih dan bawang merah saya masukkan. Hitung-hitung pengganti kunyit. Tomat dan Cabe Rawit buat sambal. Bukan Tinutuan kalau tidak ada sambal.
Setelah Ubi Talas (bahasa lokal = ubi bete), jagung, labu kuning dan
beras direbus jadi bubur maka tampilannya akan jadi seperti ini. Bumbu yang saya masukkan ke dalam bubur hanya sereh (memarkan)
Untuk sayurnya saya cuma memakai kangkung dan bayam. Bisa tambah lainnya jika mau.
Sekarang persiapkan bumbunya. Haluskan bawang putih. Iris tipis-tipis daun bawang dan sedikit bawang merah. untuk kemanginya cukup dipetik-petik saja.
Sekarang sambalnya. Cabe yang sudah bersih dan dicuci, digoreng. Kenapa
digoreng? karena selain supaya tidak cepat basi, untuk menguleknya juga
gampang. saya tambahkan dua siung bawang merah. Terasi satu buah (yang
ukuran seperti permen) dan tomat yang diiris. Setelah diulek semuanya, sambal saya siram dengan minyak panas secukupnya.
Sekarang Tinggal memasak tinutuannya. Tumis bawang putih dan irisan
bawang merah hingga harum, kemudian masukkan daun bawang lalu kemangi.
Jika sudah layu, tambahkan air, garam dan penyedap rasa. Masukkan bubur
dan jika sudah tercampur rata dengan bumbu, masukkan sayur. Aduk hingga
rata. Angkat jika sudah mendidih. usahakan jangan sampai sayurnya
berubah warna jadi kehitaman karena terlalu masak.
Ini tampilan sarapan saya sabtu pagi 1 September 2012. Saya tambahkan bakso ikan. :D
Ini Sarapan saya Minggu pagi, hari berikutnya. Sayang tidak ada toppingnya. Lebih enak kalau ada cakalang fufu goreng.
Slurp.
Setelah makan saya merasa Sehat sekali. Hahahahaha.
Komentar
Posting Komentar